close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Facebook.
icon caption
Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Facebook.
Nasional
Sabtu, 09 April 2022 16:10

Masjid  Istiqlal raih penghargaan, ini kata Puan Maharani

Pembangunan awal Masjid Istiqlal tercetus atas ide Presiden Soekarno, yang tak lain adalah kakek Puan Maharani.
swipe

Ketua DPR Puan Maharani menyatakan, turut bangga atas atas penghargaan sertifikat Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) kepada Masjid Istiqlal. Terlebih, masjid kebanggaan masyarakat Indonesia tersebut menjadi yang pertama di dunia sebagai rumah ibadah dengan bangunan ramah lingkungan atau green building.

"Ini sungguh menjadi kebanggaan kita, masyarakat Indonesia," kata Puan dalam keterangannya, Sabtu (9/4).

Puan mengatakan, pada November 2020, sempat meninjau langsung renovasi Masjid Istiqlal. Ia sangat terkesan karena mendapati dua azan, Maghrib dan Isya di sana.

Puan bercerita, waktu itu, setelah salat Maghrib, ia bersama Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengelilingi area Istiqlal. Ia pun sangat terkesan dengan hasil renovasi terhadap masjid yang diinisiasi oleh Bung Karno itu.

"Dari sisi bangunan serta renovasinya tidak hanya bagus, tetapi memang memenuhi standar sebagai green building," kata politikus PDI Perjuanga itu.

Seperti diketahui, penghargaan sertifikat EDGE diberikan International Finance Corporation melalui Country Manager IFC untuk Indonesia dan Timor-Leste, Azam Khan pada Rabu (6/4). Penghargaan diterima langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. 

EDGE merupakan standar bangunan hijau dan sistem sertifikasi untuk membantu profesional dan para pelaku bangunan gedung dalam mewujudkan bangunan hijau dengan konsep ramah lingkungan yang terbukti menurunkan jejak karbon secara signifikan.

Pembangunan awal Masjid Istiqlal tercetus atas ide Presiden Soekarno, yang tak lain adalah kakek Puan Maharani. Menurut Soekarno, ide awal pembangunan Masjid Istiqlal sebenarnya muncul pada 1944 dalam pertemuan sejumlah ulama, pimpinan organisasi, dan tokoh-tokoh Islam di kediamannya yang berada di Pegangsaan Timur.

Ulama dan tokoh-tokoh Islam tersebut menginginkan dibangun sebuah masjid agung di kota Jakarta yang sudah lama diinginkan umat Islam. Kepada para ulama, Soekarno lantas menanyakan soal biaya yang sudah disiapkan untuk membangun Masjid Istiqlal. Para ulama dan tokoh-tokoh tersebut mengatakan bisa menjamin pendanaan Rp500.000 dari dari hasil patungan.

Soekarno merasa uang tersebut tidak cukup. Sebab ia ingin agar Masjid Istiqlal dibangun secara megah dan kokoh. Para ulama dan tokoh Islam saat itu sempat berusaha meyakinkan Soekarno bahwa dana yang sudah disiapkan cukup. Sebab, banyak umat Islam juga siap untuk menyumbang kayu, bahan bangunan, kapur dan genteng.

Mendengar kata kayu dan genteng, Soekarno semakin teguh untuk menunda pembangunan masjid agung.

Presiden pertama Indonesia itu lantas meminta para ulama untuk bersabar. Soekarno menjelaskan keinginannya agar Masjid Istiqlal dibangun dengan tujuan agar bisa bertahan dalam waktu lama. Akhirnya setelah pemerintah mempunyai cukup dana, pembangunan Masjid Istiqlal dimulai. Pemancangan tiang pertama dilakukan pada 24 Agustus 1961.

Saat pemancangan tiang pertama itu Soekarno menyampaikan harapannya bahwa Masjid Istiqlal akan menjadi salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan