sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Revolusi industri 4.0, tak hanya Indonesia yang gagap

Bukan hanya di Indonesia, negara lain juga sama gagapnya menghadapi revolusi industri 4.0. 

Robi Ardianto
Robi Ardianto Kamis, 24 Mei 2018 04:54 WIB
Revolusi industri 4.0, tak hanya Indonesia yang gagap

Futurolog Amerika Alvin Toffler mengungkapkan, manusia akan segera memasuki era banjir informasi, dengan teknologi super canggih sebagai penopangnya. Oleh sebab itu, perubahan lanskap dan perkembangan teknologi yang demikian cepat, perlu direspons pula dengan sigap. Jika gagap, bisa jadi perkembangan teknologi ini akan berbahaya bagi umat manusia.

Revolusi industri 4.0 sebagai turunan perkembangan teknologi pun harus direspons dengan cepat. Caranya dengan membentuk kebijakan untuk mendukung hal tersebut. Seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, dalam acara buka bareng relawan Golkar Jokowi (Gojo), di sekretariat Golkar, Cikini, Jakarta, Rabu (23/5).

"Kita harus bersatu menghadapi (era revolusi industri 4.0). Jangan sampai bertengkar kemudian energi kita habis, ribut untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu," tandas eks Walikota Solo tersebut.

Jokowi mengakui, Indonesia masih gagap mengikuti perubahan dalam lanskap industri ini. Meski begitu, ia menyebut, gejala gagapnya negara tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara-negara lainnya.

Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian telah mengantisipasi perubahan itu. Caranya dengan menggulirkan program anyar bertajuk gerakan "making Indonesia 4.0". "Four. Four point zero. Sore ini kita harus banyak bicara masalah four," lanjutnya.

Berulang kali memberi penekanan pada angka empat, membuat Menteri Perindustrian yang juga Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto tersenyum simpul. Demikian halnya dengan relawan Gojo. Angka empat sendiri merupakan nomor urutan Golkar dalam pemilu 2019.

Sementara gerakan "making Indonesia 4.0" ini menjadi peta jalan dan strategi Indonesia untuk akselerasi kesiapan menuju industri 4.0. Ini juga menjadi landasan guna menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.

Targetnya, pada 2030, Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Caranya dengan mengembalikan kontribusi ekspor industri ke angka 10%, diikuti dengan peningkatan produktivitas kerja dua kali lipat dibanding biaya tenaga kerja yang dikeluarkan.

Sponsored

Gerakan "making Indonesia 4.0" ini digarap serius, sebab menurut hitung-hitungan McKenzie, revolusi industri akan berdampak signifikan pada dunia industri. "memang akan  Perubahan kecepatan hampir tiga ribu kali dibanding revolusi Industri pertama," ucap Jokowi.

Ia menguraikan pengalamannya bertandang ke Silicon Valey, mengunjungi markas Google, Twitter, dan Facebook dua tahun lalu. Ia terpana menyaksikan perubahan serba cepat. Kala itu ia mencoba mengenakan kacamata virtual reality dan main pingpong bersama Mark Zuckeberg.

"Saat masuk ke markasnya Facebook, saya disuruh menggunakan kacamata besar untuk main virtual reality. diajak main saat itu. Kemudian terlihat di depan meja, ada bola kita main dengan Mark di depan saya," ujarnya.

Artinya, lanjut Jokowi, dengan segala perubahan itu, Indonesia perlu bergegas memasukinya dengan penyesuaian diri.

Buka bareng dan ngobrol santai Jokowi bersama relawan Gojo dan pelaku bisnis digital di kantor Golkar, Cikini, jakarta Pusat, Rabu (23/5) malam. (Robi/ Alinea)

"Saya kira perkembangan seperti ini kalau kita enggak bisa antisipasi, enggak nangkap perubahan itu akan berbahaya bagi negara. Tapi saya lihat anak muda cepat menyesuaikan perubahan-perubahan," tuturnya.

Pernyataan Jokowi diamini Airlangga. Menurutnya, anak-anak muda cukup antusias menghadapi perubahan ini. Itu tampak dari animo anak-anak muda pelaku bisnis digital, yang turut diundang dalam acara tersebut. Seperti halnya, blogger influencer, yang bergerak dalam bidang sosial media.

"Kesiapan anak muda, tampak dari antusiasme. Mereka terlihat antusias dan siap untuk mengikuti dan mendalaminya," tutur Airlangga. 

Oleh sebab itu, pemerintah tak akan tanggung-tanggung mendukung antusiasme publik, dengan jalan membangun fasilitas pendukungnya. Targetnya sampai 2030, sebagian kawasan Industri bisa dibuat prototipe khusus.

"Infrastruktur komunikasi yaitu satelit palapa fiber optic sedang dikerjakan Kominfo. Ini akan disiapkan sampai ke wilayah timur Indonesia, sehingga akses bisa dirasakan keseluruh Indonesia," katanya lagi. 

Karena pentingnya proyek besar tersebut, ia meminta publik bisa terus memberi dukungan pada ikhtiar Jokowi dan kementerian terkait. Pasalnya, jika berhasil, maka anak mudalah yang akan banyak diuntungkan.

Acara diskusi gerakan "making Indonesia 4.0" dan buka bersama ini juga turut menghadirkan Menteri Sosial Idrus Marham, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Staf Kepresidenan Moeldoko, dan beberapa petinggi Golkar lainnya.