sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ridwan Kamil: Kalau mau kaya raya jangan masuk Korpri

Gubernur Jawa Barat mengimbau ASN terus melipatkan semangat bela negara dan semangat pengorbanan selama pandemi Covid-19.

 Siti Nurjanah
Siti Nurjanah Senin, 29 Nov 2021 15:06 WIB
Ridwan Kamil: Kalau mau kaya raya jangan masuk Korpri

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan pesan kepada para aparatur sipil negara (ASN) bahwa tujuan dalam bekerja bukan untuk mendapat pujian atau penghargaan. “Bekerja baik itu adalah kewajiban, bekerja keras, tuntas, cerdas adalah kemuliaan. Itulah spirit hidup yang sebenarnya,” ungkapnya pada Upacara Puncak Peringatan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-50 tahun 2021, di Gedung Sate, Bandung, Senin (29/11).

Ia menambahkan, kalau memang berniat mau kaya raya jangan masuk Korpri, melainkan  berdagang. "Kemuliaan kita ada pada kerja baik kita, bayaran kita ada pada rasa terima kasih dari warga yang dilayani, terima kasih dari tamu yang kita layani, dan rasa terima kasih dari semua yang merasakan buah dari kerja baik kita. Jadi jangan salah niat,” katanya.

Tema yang diangkat pada HUT Korpri Jabar adalah ‘ASN Bersatu, Korpri Tangguh, Indonesia Tumbuh’. Tema tersebut diharapkan menjadi penyemangat persatuan di kalangan ASN yang datang melalui ideologi yang sama.

"Ideologi Pancasila kita harus menjadi dasar yang tidak boleh berubah, tetap kokoh sebagai pondasi cara pandang kita. Konsep bersatu kita datang dalam semangat jiwa korsa, taat pada pimpinan, taat asas, taat aturan, mengikuti arahan-arahan dari pimpinan,” jelas Ridwan Kamil.

Sponsored

Jawa Barat dalam dua tahun terakhir, lanjutnya, telah mendapatkan lebih dari 200 penghargaan. Ini menunjukan pihak ketiga mengamati perubahan-perubahan fundamental di Jabar. Ia meminta para ASN untuk terus melipatkan semangat bela negara dan semangat pengorbanan selama pandemi Covid-19 ini melalui ketaatan.

Terakhir ia berpesan agar ASN menjaga integritas dan jangan sampai terpeleset dengan godaan-godaan melalui penyalahgunakan kewenangan, mencari pendapatan yang tidak semestinya, mengutak-atik anggaran, bersekongkol dengan pihak ketiga.

"Layani masyarakat dengan sepenuh hati, tersenyum, sabar, karena itu adalah kewajiban. Ketiga, ASN Jabar harus profesional,” pungkasnya.

Berita Lainnya