sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Satelit Nusantara 2 gagal mengorbit dan jatuh ke laut, begini penjelasan Kominfo

Peluncuran Satelit Nusantara 2 mengalami kendala pada salah satu roket peluncur.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 10 Apr 2020 17:25 WIB
Satelit Nusantara 2 gagal mengorbit dan jatuh ke laut, begini penjelasan Kominfo
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Kementerian Komunikasi dan Informatika menjelaskan alasan gagalnya peluncuran Satelit Nusantara 2 yang jatuh ke laut dan tak bisa diselamatkan.

Menurut Menteri Kominfo Johnny G. Plate, peluncuran satelit tersebut sudah sesuai jadwal dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC), Xichang, Cina.

Namun, peluncuran Satelit Nusantara 2 mengalami beberapa kendala pada salah satu dari dua roket peluncur.

"Akibatnya, tahap ketiga sebelum beberapa menit memasuki orbit satelit tersebut kekurangan tenaga atau hilang dek, sehingga menyebabkan kegagalan mencapai orbit," kata Plate dalam siaran resminya, Jumat (10/4).

Satelit Nusantara 2 tersebut rencananya akan diletakkan pada slot orbit 113 derajat Bujur Timur yang merupakan hak Indonesia, untuk mengganti Satelit Palapa D yang akan berakhir masa operasinya.

Akibat kegagalan tersebut, lanjut Plate, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan operator-operator satelit untuk memastikan pelayanan penyiaran televisi dan radio  yang dilakukan Satelit Palapa D, agar tetap terjamin pemancarannya.

Sementara itu, Chief Brand Officer Indosat Ooredoo Bayu Hanantasena mengatakan, saat ini Satelit Palapa D masih beroperasi dengan normal.

Sehingga, bisa dikatakan belum ada dampak sama sekali dari kegagalan peluncuran Satelit Nusantara 2 tersebut.

Sponsored

"Namun karena satelit akan segera memasuki masa berakhir penggunaannya, untuk memastikan layanan yang diberikan Palapa D tetap berjalan dan tak mengalami gangguan, kami sudah melaksanakan rencana kesinambungan bisnis," tutur Bayu dalam kesempatan yang sama.

Rencana tersebut, kata Bayu, adalah dengan mencari satelit pengganti. Pihaknya akan terus memastikan layanan yang diberikan kepada pelanggan, khususnya pelanggan penyiaran dan telekomunikasi tidak mengalami gangguan.

Adapun Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso mengatakan, PSN tetap berkomitmen membangun satelit baru untuk mengisi slot orbit 113 derajat Bujur Timur.

"Saat ini, perusahaan sudah menganalisis dan memiliki sejumlah rancangan satelit yang sangat efektif dan hemat biaya dengan menggunakan teknologi terkini," ujar Adi.

Adapun keseluruhan satelit yang jatuh ke laut dan tak bisa digunakan tersebut menurut Adi telah diasuransikan secara penuh.

Berita Lainnya