sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sistem buka tutup di jalur Puncak akan diganti

Sistem baru membuat kendaraan dapat bergerak dari dua arah dalam waktu bersamaan.

Mona Tobing
Mona Tobing Minggu, 06 Okt 2019 13:40 WIB
Sistem buka tutup di jalur Puncak akan diganti

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan Kepolisian sepakat akan melakukan uji coba sistem 2-1 di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor. Sistem diterapkan sebagai pengganti sistem buka tutup atau one way yang selama ini berlangsung.

Sistem yang baru ini diharapkan lebih memberikan keleluasaan bagi masyarakat setempat untuk melakukan mobilitas, karena tidak lagi berdasarkan buka tutup.

Jika dalam sistem buka tutup, kendaraan hanya bisa bergerak satu arah pada waktu tertentu yakni Simpang Gadog-Puncak, maka pada sistem 2-1, kendaraan dapat bergerak dari dua arah dalam waktu bersamaan.

Sistem ini akan membagi jalur Puncak menjadi tiga lajur. Dari tiga lajur yang ada, nantinya mulai pukul 03.00 WIB-13.00 WIB, lajur satu dan dua akan diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak (naik). Sedangkan lajur tiga untuk kendaraan menuju arah Gadog (turun).

Selanjutnya pukul 12.30 WIB-14.00 WIB lajur satu tetap diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak (naik). Kemudian lajur dua sementara ditutup dari arah Simpang Gadog (naik) untuk memastikan lajur dua bersih dari kendaraan yang menuju ke Puncak, sedangkan lajur tiga tetap untuk kendaraan menuju Simpang Gadog (turun).

Setelah steril, pukul 14.00 WIB-20.00 WIB arus lalu lintas berubah menjadi lajur satu untuk kendaraan mengarah ke Puncak (naik). Sedangkan lajur dua dan tiga untuk kendaraan yang mengarah ke Simpang Gadog (turun).

"Selanjutnya, mulai pukul 20.00 WIB-03.00 WIB pengaturan lalu lintas kembali normal menjadi dua lajur untuk dua arah," kata Bambang.

Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan, pemberlakuan 2-1 ini merupakan bagian dari program Save Puncak. Program ini sebagai upaya mengurai kemacetan di Kawasan Puncak Bogor.

Sponsored

Penyebab kemacetan yang kerap terjadi di Kawasan Puncak karena kapasitas jalan dengan volume kendaraan yang melintas tidak sebanding.

Jalur Puncak memilik panjang sekitar 22,7 kilometer dan lebar rata-rata 7 meter. Menurut Ade Yasin, dengan asumsi panjang kendaraan lima meter, maka Jalur Puncak maksimalnya diisi 8.800 unit kendaraan, dengan kondisi dua lapis lajur.

"Tapi pada kenyataannya pada masa liburan, volume kendaraan mobil mencapai 15.000 sampai 19.000 unit di Jalur Puncak," ucap Ade. (Ant) 

Berita Lainnya