sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sebelum bom bunuh diri di medan, Densus 88 tangkap 6 terduga teroris

Polisi masih menelusuri hubungan para terduga teroris yang ditangkap dengan pelaku bom bunuh diri di Medan.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 13 Nov 2019 14:43 WIB
Sebelum bom bunuh diri di medan, Densus 88 tangkap 6 terduga teroris
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Aksi terorisme di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, didahului oleh penangkapan sejumlah terduga teroris oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror. Namun polisi belum memastikan apakah dua peristiwa ini saling berhubungan. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, polisi menangkap seorang pelaku tindak pidana terorisme di Cikarang, Bekasi, sekitar pukul 06.00 WIB pada Selasa (12/11). Tersangka yang ditangkap bernama Wiji Joko alias Patria alias Dwi.

"Ia ditangkap karena terbukti sebagai kelompok anggota Jamaah Ansharut Daullah (JAD)," kata di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/11).

Menurutnya, pada 2014 lalu Wiji Joko menempati posisi hubungan internasional di organisasi teror yang dibubarkan Juli 2018 lalu. Wiji Joko juga merupakan seorang teroris yang ahli merakit bom dan senjata.

Dedi mengatakan, Wiji Joko yang memiliki keahlian di bidang militer, juga pernah memberikan pelatihan di Moro, Filipina. Hal itu ia lakukan untuk peserta latihan angkatan 2001/2002.

"Yang bersangkutan juga pernah ke Suriah tahun 2012 bersama Askari dengan tujuan menjalin hubungan dengan FSA (Free Syrian Army)," ucap Dedi.

Atas penangkapan tersebut, Densus 88 menyita sejumlah barang bukti berupa sepeda motor milik korban, alat elektronik,dan sejumlah busur panah. Penggeledahan pun telah dilakukan oleh Densus 88.

"Masih didalami juga apakah yang bersangkutan berkaitan dengan jaringan lainnya," ucap Dedi.

Sponsored

Sementara itu, di wilayah Kampar, Riau, polisi menangkap enam terduga teroris sejak Sabtu (8/11). Selain menangkap para terduga teroris yang berada di sejumlah lokasi berbeda, polisi juga menemukan sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat latihan melakukan aksi terorisme.

Dalam penangkapan ini, Densus 88 menyita barang bukti berupa busur dan anak panah, besi runcing, pipda yang diduga dirakit menjadi bom, parang, ketapel, buku jihad, gunting, serta sarung tangan. 

Adapun aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan dilakukan oleh lone-wolf terrorist, yang tidak terikat dengan organisasi terorisme. Meski demikian, polisi masih menelusuri keterkaitannya dengan organisasi teroris.

Berita Lainnya