sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sepi bunyi terompet dan letupan kembang api di malam tahun baru

Wali Kota Bogor mengimbau semua warga untuk merayakan tahun baru dengan berdoa bersama.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 01 Jan 2019 20:02 WIB
Sepi bunyi terompet dan letupan kembang api di malam tahun baru
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menjelang malam pergantian tahun, pusat Kota Bogor sangat lengang. Saya menelusuri Jalan Merdeka melewati Stasiun Bogor, dilanjut ke Jalan Juanda. Dari situ saya bisa melihat Istana Presiden dan Kebun Raya yang juga sepi. Kemudian, saya melajukan kendaraan menyusuri Jalan Pajajaran.

Pukul 20.00 WIB saya berputar kembali ke Jalan Juanda, menuju Lapangan Sempur di Jalak Harupat. Keramaian baru terlihat di sekitar Sempur. Malam itu akan digelar “Doa Bersama untuk Kota Bogor Tercinta, untuk Indonesia Kita”, yang dipimpin Wali Kota Bogor Bima Arya dan para ulama.

Setelah memarkirkan kendaraan di Jalan Salak, saya berjalan kaki ke Lapangan Sempur. Puluhan pedagang berjajar melingkari lapangan yang dikelilingi trek lari itu.

Ratusan warga duduk bersimpuh di lapangan rumput. Di depannya, ada panggung besar. Selawat dilantunkan kelompok gambus yang ada di panggung. Sebagian warga bergumam, mengikutinya.

Rangkaian acara malam itu munajat bersama, dipimpin para ulama. Selain itu, pembacaan 30 juz Alquran. Sesuai imbauan Bima Arya, acara tersebut digelar untuk mengirimkan doa bagi korban bencana alam tsunami di Selat Sunda.

“Kita punya pilihan, mau menutup tahun dan menghabiskan malam seperti apa. Kita bisa konvoi keliling kota. Tapi Insyaallah, yang ada di sini malam ini sudah membuat pilihan yang tepat dan jauh dari kesia-siaan. Semoga ini jadi sejarah baru bagi Kota Bogor dan memberikan simpati kita terhadap saudara yang diberi cobaan,” kata Bima saat memberikan sambutan acara itu, Senin (31/1).

Sejarah baru

Wajah Kota Bogor malam itu memang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, malam pergantian tahun selalu dirayakan dengan meriah. Tahun lalu, titik-titik perayaan tahun baru di Bogor berada di sekitar Air Mancur, Lapangan Sempur, Tugu Kujang, dan taman rekreasi Jungleland.

Sponsored

Sore menjelang malam, suara terompet bersahutan di seluruh penjuru kota. Begitu pula kembang api dan petasan yang diletuskan ke udara. Konvoi kendaraan roda dua juga mendominasi jalanan. Berbagai tempat hiburan dan pusat perbelanjaan menggelar acara meriah. Gambaran yang tak lagi tampak tahun ini.

Rupanya, ada campur tangan Bima sebagai pemimpin Kota Bogor. Sebelumnya, Bima melarang seluruh aparat sipil negara di Kota Bogor untuk berpesta pada malam tahun baru.

Selanjutnya, kebijakan ini meluas bagi seluruh warga Kota Bogor. Bima melarang penjualan kembang api. Wali kota petahana ini juga mengimbau semua warga untuk merayakan tahun baru dengan berdoa bersama.

Warga Kota Bogor berkumpul di Lapangan Sempur menggelar acara doa bersama. (Alinea.id/Laila Ramdhini),

Senin (31/12) sore, Bima sempat melakukan “razia” dengan menumpak motor dinas. Dalam akun Instagram miliknya, Bima menyebut, penyisiran itu dilakukan untuk memastikan tidak ada penjual petasan atau kembang api di malam tahun baru.

Meski terasa tidak populer, rupanya larangan berpesta di malam tahun baru juga sudah dilakukan para pemimpin daerah lain.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor melalui Surat Edaran 065/62278/B.Org mengimbau seluruh pemegang kepentingan dan warga Kalimantan Timur untuk tidak mengisi kegiatan pergantian tahun baru dalam bentuh hiburan berlebihan. Selain itu, aktivitas terkait menyalakan kembang api, petasan, serta peniupan terompet juga tak boleh dilakukan.

Di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mengisi malam pergantian tahun dengan cara yang tak biasa. Anies menggelar acara nikah massal yang berpusat di Ancol, Jakarta Utara. Tak ketinggalan, Anies mengundang Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym untuk mengisi ceramah di acara tersebut.

Nikah dan isbat massal diikuti 557 pasangan. Tercatat, sebanyak 221 pasangan peserta nikah massal dan 336 lainnya isbat. Isbat merupakan peresmian pernikahan, dari sebelumnya hanya dilakukan secara siri.

“Kita bersyukur dalam merayakan malam tahun baru ini, kita mengadakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Insyaallah ini menjadi budaya yang terus dilakukan nantinya," ujar Anies saat meresmikan acara nikah dan isbat massal di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (31/12) malam.

Sementara itu, doa bersama juga digelar di daerah yang terdampak bencana, seperti Banten dan Nusa Tenggara Barat. Gubernur Banten Wahidin Halim menggelar istigasah di lokasi terdampak tsunami Selat Sunda pada malam pergantian tahun.

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya

Jokowi Presiden, wajar disambut massa

Minggu, 28 Feb 2021 09:17 WIB

Rekomendasi drakor terbaru di Viu

Senin, 01 Mar 2021 20:39 WIB

Catatan Setahun Penanganan Pandemi Covid-19

Senin, 01 Mar 2021 15:41 WIB