sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Siswi SMPN 148 Jakarta bunuh diri, polisi periksa sejumlah saksi

Polres Metro Jakarta Timur menggelar rangkaian pemeriksaan pada sejumlah saksi terkait kasus bunuh diri seorang pelajar SMPN 148 Ciracas.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Selasa, 21 Jan 2020 11:25 WIB
Siswi SMPN 148 Jakarta bunuh diri, polisi periksa sejumlah saksi

Tim Penyidik Polres Metro Jakarta Timur menggelar rangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus bunuh diri seorang pelajar SMPN 148 Ciracas, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

"Kepolisian sangat berhati-hati dalam memeriksa saksi-saksi, terutama yang di bawah umur," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo, di Jakarta, Selasa (21/1).

Hery menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi sejak Senin (20/1). Mereka yang diperiksa antara lain orang tua korban, guru, hingga rekan-rekan korban. Bahkan proses pemanggilan saksi masih terus berlangsung hingga saat ini untuk mendalami korban nekat melakukan bunuh diri.

“Kasus ini ditangani oleh Penyidik Satuan Kriminal Umum (Krimum) Polrestro Jakarta Timur,” kata Hery.

Hery menuturkan, proses pemeriksaan saksi hingga kini belum sampai pada kesimpulan terkait penyebab siswi kelas IX itu nekat melompat dari lantai gedung sekolahnya.

"Kita masih lakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi. Saya belum bisa pastikan berapa lama rangkaian pemeriksaan saksi-saksi ini akan selesai sebab berhubungan dengan anak di bawah umur," ujar Hery.

Sebelumnya, seorang siswi SMP Negeri 147 Ciracas, Jakarta Timur, berinisial SN meninggal dunia setelah melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari lantai tiga gedung sekolah. Meninggalmnya anak berusia 14 tahun itu setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit Kramatjati selama dua hari.

Siswi tersebut menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (16/1) sekitar pukul 16.15 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, upaya bunuh diri dilakukan SN pada hari Selasa (14/1). Karena melompat dari lantai tiga gedung sekolah, siswi berhijab tersebut mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit Kramatjati Jakarta Timur pada pukul 20.00 WIB.

Sponsored

Sementara itu, pihak sekolah membantah upaya bunuh diri yang dilakukan SN terkait adanya perundungan di sekolah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 147 Ciracas, Narsun.

"Setiap hari sekolah terus melakukan pengawasan dan pembinaan untuk mencegah 'bullying' di sekolah," kata Narsun.

Narsun mengatakan, sekolah tidak menyangka SN melakukan percobaan bunuh diri di sekolah. Sebab, sekolah mengenal siswi SN seperti siswa pada umumnya, tidak ada tanda-tanda yang mencolok dari kepribadiannya.

"SN sendiri dikenal sosok yang biasa saja dan seperti siswi pada umumnya," kata Narsun. (Ant)

Berita Lainnya