sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tanda-tanda milenial terpapar radikalisme

Eks napi teroris Mukhtar Khairi ungkap indikasi anak muda terpapar radikalisme.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 07 Apr 2021 16:01 WIB
Tanda-tanda milenial terpapar radikalisme
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Eks napi teroris Mukhtar Khairi mengungkapkan, indikasi anak-anak muda atau milenial terpapar radikalisme biasanya mendadak menjadi saleh (alim). Ia juga menyebut, fenomena anak-anak muda terpapar radikalisme juga terlihat dari gerak-geriknya yang tiba-tiba bersikap ekslusif dalam beragama.

“Fenomena yang terjadi di anak-anak muda saat ini yang mendadak menjadi baik. Akhirnya mereka seakan-akan menerima suatu ilmu yang menganggapnya seakan-akan hal tersebut sudah final. Itu yang paling benar, sehingga itu perlu disosialisasikan,” ucapnya dalam diskusi Alinea Forum bertajuk ‘Memperkuat Kontra Radikalisme’, Rabu (7/4/2021).

Ia menilai, fenomena anak-anak muda banyak terpapar radikalisme disebabkan tidak mempelajari pemahaman agama secara menyeluruh. Biasanya, anak-anak muda saat ini belajar agama hanya melalui internet (sosial media). “Fenomena saat ini banyak anak muda yang kaget agama,” tutur Mukhtar.

Ia pun membantah kasus aksi teror Zakiah Aini (ZA) di Mabes Polri sebagai kegagalan deradikalisasi. Sebab, Zakiah Aini bukanlah narapidana teroris, sehingga masuk dalam ranah pencegahan. Apalagi, di era digital saat ini, kata dia, aksi teror tidak lagi membutuhkan komando.

Sponsored

“Jadi, enggak ada koordinasi. Tadi, saya katakan demikian, sehingga mereka berimprovisasi, berinovasi membuat bom sendiri juga kadang (mempelajari) dari internet),” ujar Mukhtar.

Ia pun menilai, radikalisme dalam agama Islam biasanya bermuara dari kesalahpahaman dalam menafsirkan ayat-ayat dalam Quran dan hadis.

Untuk diketahui, ZA, terduga teroris di Mabes Polri tergolong generasi milenial usia 25 tahun. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan ZA merupakan mantan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi yang telah di drop out (DO) pada semester lima. Pun terduga pelaku bom pasangan suami istri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, juga dikatahui generasi milenial kelahiran 1995.

Berita Lainnya