logo alinea.id logo alinea.id

Terduga teroris lari ke sawah saat terjaring razia lalu lintas

Terduga teroris bernama Triyono Wagimin Atmi berasal dari jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD).

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 21 Feb 2019 14:01 WIB
Terduga teroris lari ke sawah saat terjaring razia lalu lintas

Seorang terduga teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) bernama Triyono Wagimin Atmi alias Andalus dibekuk polisi pada Kamis, 14 Februari 2019. Sebelum akhirnya dibekuk, Triyono yang dikenal dengan nama Abu Hilwa itu sempat kabur ke arah sawah saat terjaring razia oleh pihak kepolisian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan Abu Hilwa ditangkap pihaknya di Jalan Lingkar Geneng, Kertosari, Temanggung, Jawa Tengah ketika polisi setempat menggelar penertiban lalu lintas di jalan tersebut.
 
“Kamis 14 Februari 2019 pukul 10.30 WIB di Jalan Lingkar Geneng, Kertosari-Temanggung telah diamankan satu orang jaringan teroris JAD pada saat dilakukan razia lalu lintas di daerah tersebut,” kata Dedi di Jakarta pada Kamis, (21/2).
 
Dedi menjelaskan, kronologi penangkapan tersebut ketika Abu Hilwa yang tengah mengendarai mobil diberhentikan oleh pihak kepolisian. Alih-alih menuruti perintah polisi, Abu Hilwa malah melarikan diri ke arah sawah meninggalkan mobilnya. 

Peristiwa itu lantas membuat petugas curiga. Tanpa pikir panjang, petugas kepolisian langsung mengejar pelaku. Untuk membuka mobil yang ditinggali pelaku, polisi bahkan sampai-sampai memanggil tukang kunci untuk membuka paksa pintu mobil tersebut.

“Dalam pelaksanaan razia tersebut, pada saat dihentikan, pengemudi lari menuju arah sawah. Hal itu membuat polisi curiga dan selanjutnya membuka paksa mobil yang diparkirkan,” ujar Dedi.

Sponsored

Setelah petugas berhasil membukanya, kecurigaan polisi ternyata tak salah. Di dalam mobil tersebut, ternyata ditemukan sejumlah barang bukti seperti buku radikal yang menunjukkan jika Abu Hilwa bagian dari JAD.

Setelah dicek lebih jauh lagi, nama Abu Hilwa ternyata masuk daftar pencarian orang (DPO) Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror. Selain itu, polisi juga mendapati informasi baru ternyata Abu Hilwa pernah mengikuti dua kali pelatihan militer pada tahun 2016 lalu.

Tak hanya itu, Dedi menuturkan, Abu Hilwa juga pernah  merencanakan amaliyah bersama dengan Bambang Eko Prasetyo, Ageng Nugroho, Rio Baraka, Juhedi, Ali Abdulloh, Andi Baso dan Nanang Kosim dengan modus operandi melakukan penembakan terhadap anggota Polri.