sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Teroris JAD incar Papua untuk memperluas jaringan teror

Densus 88 hanya menemukan alat komunikasi saat menangkap 8 terduga teroris Lampung dan Medan di Papua.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 19 Des 2019 19:02 WIB
Teroris JAD incar Papua untuk memperluas jaringan teror

Sebanyak delapan orang terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daullah (JAD) asal Lampung dan Medan secara bersamaan menyambangi Papua. Mereka menjadikan tanah Papua menjadi daerah perluasan jaringan terorisme. 

Hal tersebut terungkap setelah tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror mengamankan delapan terduga teroris tersebut. Kepada petugas, selain untuk memperluas jaringan, keputusan mereka berlabuh di Papua juga untuk melarikan diri dari kejaran tim Densus 88.

“Mereka mengatakan Papua merupakan daerah perluasan jaringan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (19/12).

Meski memilih Papua sebagai daerah perluasan jaringan teror, Asep menuturkan, Tim Densus 88 saat melakukan penangkapan tak menemukan barang bukti berupa bom atau peralatan lainnya untuk melakukan aksi amaliyah jaringan tersebut. Dalam menangkap delapan terduga teroris itu, Asep mengatakan, pihaknya hanya menemukan sejumlah alat komunikasi.

“Tidak ada sama sekali ditemukan barang-barang untuk melakukan itu (aksi amaliyah) di Papua. Hanya ada alat komunikasi dan bukti percakapan,” ujar Asep.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 Antiteror menangkap delapan teroris di Jayapura, Papua pada dua hari berturut-turut yakni 6 dan 7 Desember 2019. Sayangnya,pihak Densus 88 tak membeberkan identitas delapanterduga teroris yang ditangkap itu karena masih menjalani pemeriksaan intensif.

Densus 88 hingga kini masih mendalami rencana aksi amaliyah yang dilakukan para kelompok teroris itu. Akan tetapi, Asep memastikan delapan anggota JAD itu bukan mengincar momentum perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 untuk melaksanakan aksi amaliyahnya.

“Masih kami dalami, tapi penangkapan ini untuk antisipasi berbagai prediksi gangguan keamanan,” tutur Asep.

Sponsored
Berita Lainnya