sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Siti Nadia: Tak menutup kemungkinan ada kasus transmisi lokal Omicron di tempat lain

Varian Omicron cepat sekali menular. Hal itu berpotensi menyebabkan kasus yang sangat banyak pada waktu yang singkat.

Natasya Maulidiawati
Natasya Maulidiawati Selasa, 28 Des 2021 16:11 WIB
Siti Nadia: Tak menutup kemungkinan ada kasus transmisi lokal Omicron di tempat lain

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Siti Nadia Tarmizi mengatakan, varian Omicron cepat sekali menular. Hal itu berpotensi menyebabkan kasus yang sangat banyak pada waktu yang singkat walaupun tingkat keparahan dan kematian pada Omicron sangat rendah.

“Pengetatan yang dilakukan pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 dimaksudkan untuk menghindari adanya gelombang ketiga dan sekaligus menjadi upaya mencegah Omicron menyebar secara luas,” kata Nadia dalam dalam Dialog Produktif Selasa Utama secara online, Selasa (28/12).

Oleh karena itu, Nadia mengharapkan agar masyarakat Indonesia untuk tetap waspada. Walaupun baru satu kasus transmisi lokal ditemukan, tetapi tidak menutup kemungkinan ada kasus di tempat lainnya.

"Kita tentunya tidak mau muncul gelombang ketiga pasca-Nataru. Walaupun kita tahu, baru ada satu kasus  transmisi lokal yang ditemukan. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga ada kasus transmisi lokal di tempat lainnya. Karena kita tahu, satu kasus ini adalah orang yang bepergian dari Medan ke Jakarta dan akan kembali ke Medan. Jadi ada dua kemungkinan, apakah tertular di Medan atau mungkin tertular di Jakarta. Kami sedang melakukan kontak tracing terkait kasus lokal ini," papar dia. 

Makanya, Nadia mengatakan, penyebaran Omicron harus diwaspadai, terutama di akhir tahun ini. Pemerintah sendiri sudah melakukan banyak upaya untuk membatasi mobilitas, membatasi aktivitas, dan menjaga agar tidak ada kerumunan. Hal tersebut harus dipatuhi dan didukung oleh masyarakat.

“Masyarakat harus tetap berhati-hati dan waspada pada saat menyambut akhir 2021. Jangan sampai terjadi gelombang ketiga dan kita tidak boleh lengah untuk mematuhi protokol kesehatan dan mendukung program vaksinasi,” kata Nadia.

Dalam kesempatan itu, Nadia menambahkan sudah 53% masyarakat yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua dan 75,5% masyarakat sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

“Kita masih punya PR sekitar 25% lagi untuk dosis pertama, dan PR terbesar adalah bagaimana menyelesaikan dosis kedua yang baru 47%,” ujar Nadia.

Sponsored

Kementerian Kesehatan sendiri menargetkan pemberian vaksinasi sampai dengan akhir Desember 2021 sebesar 80% untuk dosis pertama dan 60% untuk dosis kedua. Tetapi sepertinya capaiannya hanya 77% untuk dosis pertama dan 56-57% untuk dosis kedua.

“Saat ini pemberikan vaksinasi dosis pertama sudah mulai memasuki area-area sulit terutama di daerah dengan tantangan geografis, transportasi maupun daerah 3T (testing, tracing, dan treatment). Maka dari itu diperlukannya akselerasi atau percepatan. PR lainnya yaitu percepatan vaksinasi kepada lansia. Tercatat lansia yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama baru 63,6%. ” kata Nadia.

Berita Lainnya
×
tekid