sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

TNI injak kepala warga Papua, PAN: Memalukan!

"Aksi kekerasan yang dilakukan kedua oknum TNI AU itu tidak boleh dibiarkan."

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 28 Jul 2021 15:21 WIB
TNI injak kepala warga Papua, PAN: Memalukan!

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Guspardi Gaus, menyatakan, kekerasan yang dilakukan dua anggota TNI AU terhadap penyandang disabilitas di Merauke, Papua, sangat keterlaluan dan di luar prosedur. Kedua pelaku pun memperlihatkan sikap eksesif dan arogansi kepada sipil.

"Jika maksudnya untuk melerai pertikaian, kenapa kedua oknum TNI AU bertindak terlalu berlebihan dengan memiting tangan sementara satu oknum lainnya menginjak kepala korban? Ini sangat memalukan dan memilukan, apalagi dilakukan kepada penyandang disabilitas, yaitu tunawicara!" katanya, Rabu (28/7).

Legislator asal Sumatera Barat itu mengingatkan, aparat keamanan mesti mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis saat berhadapan dengan masyarakat. Bagaimanapun, kejadian ini mencoreng nama baik TNI dan bertentangan dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

"Aksi kekerasan yang dilakukan kedua oknum TNI AU itu tidak boleh dibiarkan. Tindakan tegas dan adil harus diambil agar aparat keamanan tidak bertindak sewenang-wenang pada warga sipil. Kedua pelaku mesti diproses sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku," bebernya.

Sementara itu, lanjut Guspardi, korban harus dipastikan mendapatkan perlindungan, perawatan, dan pemulihan mentalnya. Kejadian serupa pun diharapkan tidak lagi terulang.

Kasus kekerasan yang dilakukan Serda D dan Prada V viral setelah rekaman aksi penganiayaan berdurasi 1 menit 20 detik beredar di media sosial. Insiden di duga terjadi di sebuah warung makan di Merauke, Papua, Senin (26/7).

Dalam video tersebut, terlihat korban mulanya sedang beradu mulut dengan seorang warga lainnya. Tak lama berselang, dalam dua anggota TNI AU dan menghampiri korban.

Para pelaku kemudian menarik korban ke pinggir jalan, lalu ditengkurapkan di atas aspal. Satu anggota selanjutnya menginjak kepala korban, sedangkan lainnya memiting tangan korban.

Sponsored

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Indan Gilang Buldansyah, menyampaikan permohonan maaf atas tindakan kekerasan yang dilakukan dua anak buahnya. Dia berjanji akan menindak tegas para pelaku.

Berita Lainnya