sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ujian kesetiakawanan sosial di tengah wabah coronavirus

Mengatasi mewabahnya coronavirus tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah.

Hermansah
Hermansah Selasa, 24 Mar 2020 10:00 WIB
Ujian kesetiakawanan sosial di tengah wabah coronavirus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 373.109
Dirawat 64.032
Meninggal 12.857
Sembuh 297.509

Perkembangan kasus coronavirus di Indonesia menunjukkan tren yang meningkat. Jika pada pada 2 Maret, Presiden Jokowi hanya mengumumkan dua kasus positif coronavirus, tetapi pada Senin (23/3) jumlah pasien positif coronavirus telah menjadi 579 kasus, 30 dinyatakan sembuh dan 49 kasus dinyatakan meninggal dunia.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi menyebarnya coronavirus di tanah air. Mulai dari menyerukan social distance, melakukan rapid test, hingga menyediakan sejumlah rumah sakit darurat untuk merawat pasien suspect ataupun positif coronavirus.

Tentunya untuk mengatasi mewabahnya coronavirus tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Harus dilakukan bersama-sama oleh sejumlah elemen, seperti BUMN, swasta, perguruan tinggi, trelawan dan masyarakat.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga, mengatakan, BUMN telah mengajak sejumlah perusahaan swasta dan relawan untuk bersama-sama mencegah meluasnya penyebaran coronavirus di Indonesia. "Mulai dari rumah sakit swasta, aplikasi Gojek dan Halodoc, hingga perusahaan logistik. Semua dilibatkan untuk bersama-sama mengantisipasi meluasnya penyebaran wabah coronavirus," kata dia saat teleconfrence, Selasa (24/3).

Kerja sama dengan aplikasi seperti Halodoc dilakukan untuk mengantisipasi ada pasien yang ingin dirawat di rumah. Melalui kerja sama ini, pasien tersebut akan mendapatkan perawatan dari dokter yang terdaftar di aplikasi. Sedangkan kebutuhan logistik untuk pasien yang memilih dirawat di rumah akan ditanggung pemerintah dan diantar Gojek atau Grab. Layanan tersebut dipastikan tidak hanya tersedia di Jabodetabek, tetapi juga di seluruh Indonesia. 

Kementerian BUMN juga telah mengundang relawan untuk ikut merawat pasien positif coronavirus. Setidaknya sudah 2.600 orang yang mendaftar, dan jumlahnya akan diciutkan kembali sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas mereka.  

Sementara itu, sejumlah perusahaan swasta juga telah memberikan dukungan nyata untuk mengurangi meluasnya penyebaran coronavirus. Di antaranya PT Adaro Energy Tbk (Adaro) yang menyerahkan bantuan senilai Rp20 miliar, Astra dan perusahaan-perusahaan Grup Astra menyerahkan berbagai bantuan tahap awal senilai total sekitar Rp63 miliar dan Mayora menyediakan sejuta air mineral, biskuit dan masker kepada pekerja medis.

“Kami berharap seluruh elemen bangsa bersatu padu dalam menghadapi situasi saat ini. Bantuan awal ini merupakan wujud kontribusi kami dalam membantu pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19, sehingga kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban pemerintah dan masyarakat,” ujar Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto, dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3).

Sponsored

Tentunya sinergisitas yang sudah mulai terjalin itu harus terus ditingkatkan. Mengingat peneliti ITB memprediksi puncak pandemi Covid-19 di Indonesia terjadi pada medio April, dengan jumlah positif coronavirus diperkirakan mencapai 8.000 kasus lebih.

Itulah sebabnya dibutuhkan energi yang lebih besar agar bisa melalui cobaan ini dengan baik. Sekarang mungkin saatnya menguji rasa kesetiakawanan sosial yang sering digembar-gemborkan sebagai nilai asli bangsa Indonesia. Waktunya untuk tak hanya membicarakan semata, namun benar-benar bertindak secara nyata dalam mewujudkan nilai tersebut.

Di sisi lain, masyarakat juga harus ikut menyukseskan berbagai program pemerintah dalam mengantisipasi meluasnya wabah ini. Di antaranya mengikuti anjuran pemerintah, seperti social distance hingga berperilaku hidup sehat. Jika itu dilakukan, tentu akan berdampak besar bagi upaya pencegahan meluasnya coronavirus. (Ant

Berita Lainnya