sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Umat Katolik sedunia rayakan Minggu Palem

Minggu Palma, yang dikenang sebagai peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem sebelum disalibkan dirayakan gereja Katolik sedunia, termasuk NTT.

Purnama Ayu Rizky
Purnama Ayu Rizky Minggu, 25 Mar 2018 14:04 WIB
Umat Katolik sedunia rayakan Minggu Palem
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Gereja Katolik se-dunia, termasuk juga gereja-gereja Katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (25/3), merayakan Minggu Palma, yang dikenang sebagai peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem sebelum disalibkan.

Masuknya Yesus Kristus ke kota suci Yerusalem adalah hal yang istimewa bagi umat Katolik, sebab momentum ini berdekatan dengan kematian Yesus dan peristiwa pembangkitannya.

Itulah sebabnya Minggu Palma disebut sebagai pembuka pekan suci, yang berfokus pada pekan terakhir Yesus di kota Yerusalem. Dalam liturgi Minggu Palem, umat Katolik dibagikan daun palem, seperti yang tampak pada sejumlah gereja yang ada di Kota Kupang.

Di Kapela Stasi Yesus Maria Yosep Liliba, misalnya, Romo Yonas Kamlasi, Pr yang memimpin liturgi tersebut, memberkati terlebih dahulu daun-daun palem, kemudian dibagikan kepada umat yang hadir dalam perayaan itu.

"Daun palem adalah simbol kemenangan yang digunakan untuk menyatakan kemenangan martir atas kematian. Martir sering digambarkan dengan daun palem di antara tempat untuk instrumen dari sebuah kesyahidan," katanya, dilansir Antara.

Yesus Kristus dalam kepercayaan Katolik, kerap kali menunjukkan hubungan daun palem sebagai simbol kemenangan atas dosa dan kematian. Ini, imbuhnya, diasosiasikan dengan kejayaan-Nya memasuki kota suci Yerusalem.

Umat kemudian melambai-lambaikan daun palma tersebut seraya bernyanyi, sebagai simbol kehadiran umat bersama Yesus dalam arak-arakan menuju Yerusalem.

Dalam liturgi Minggu Palma ini, umat Katolik tidak hanya mengenang peristiwa masuknya Yesus ke kota Yerusalem melainkan juga mengenang akan kesengsaraan Yesus.

Atas dasar itu, Minggu Palma juga disebut sebagai Minggu Sengsara, karena pada saat itu umat akan mendengarkan pembacaan kisah-kisah sengsara Yesus dalam Injil. Tujuannya agar umat mengerti, kemuliaan Yesus bukan hanya terletak pada kejayaan-Nya memasuki Yerusalem, melainkan peristiwa kematian di kayu salib.

Di Gereja Santo Gregorius Agung Oeleta Kupang, umat Katolik di wilayah paroki tersebut juga melakukan hal yang sama, seperti umat Katolik lainnya di seluruh dunia.

Pastor Paroki Oeleta Romo Kristoforus Mau melukiskan bahwa Minggu Palma adalah hari peringatan dalam liturgi gereja Katolik yang selalu jatuh pada hari Minggu sepekan sebelum perayaan Paskah.

Perayaan ini, kata Romo Kristoforus, merujuk kepada peristiwa yang dicatat pada empat Injil, yaitu Markus 11:1-11, Matius 21:1-11, Lukas 19:28-44, dan Yohanes 12:12-19.

Pantauan Antara sebelum umat memasuki gereja terlebih dahulu diadakan ibadah pemberkatan daun palem di luar gereja. Usai pemberkatan daun, dilanjutkan dengan pembagian daun palem kepada ratusan umat Katolik di paroki tersebut.

Pasca dibagikan daun palem umat pun berarak menuju gereja untuk merayakan perayaan ekaristi sambil berjalan membawa daun palem.

Saat itu, katanya, umat mengelu-elukan palem di tangan kala Yesus memasuki kota Yerusalem sebelum disalibkan oleh para serdadu Yahudi. Hingga akhirnya wafat dan bangkit pada hari ketiga yang dikenang umat Kristiani sejagat sebagai Hari Raya Paskah.

Sponsored
Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya