logo alinea.id logo alinea.id

Wacana penertiban pengamen ondel-ondel perlu dikaji

Aksi para pengamen itu telah mempertahankan eksistensi ondel-ondel yang makin tergerus zaman

Akbar Persada
Akbar Persada Senin, 31 Des 2018 11:13 WIB
Wacana penertiban pengamen ondel-ondel  perlu dikaji

Wacana penertiban pengamen ondel-ondel untuk dibina dinilai menghilangkan sisi kreativitas para pelaku seni dadakan tersebut.

"Pembinaan memang perlu dilakukan, tapi jangan sampai menghentikan kreativitasnya," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana, Senin (31/12).

Menurut politikus PKS itu, sadar atau tidak, aksi para pengamen itu telah mempertahankan eksistensi ondel-ondel yang makin tergerus zaman. Apalagi ondel-ondel jarang mendapatkan ruang pementasan, entah order pementasan dari pemerintah ataupun swasta.

Wacana pembinaan bagi pengamen ondel-ondel muncul beberapa waktu lalu karena dianggap meresahkan. Upaya yang sama juga pernah diwacanakan di 2014 silam saat Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi-Ahok. Kala itu, Ahok sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta menyatakan, ondel-ondel yang dimanfaatkan untuk mengemis telah melanggar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) DKI Asiantoro menyampaikan pembinaan yang akan dilakukan bertujuan agar para pengamen seni pertunjukan khas masyarakat Betawi itu tak lagi mengamen di jalanan.

"Mereka mengamen sendirian. Kadang-kadang meresahkan. Saya pernah dipaksa juga memberi duit. Dia tidak tahu kalau saya Plt Kadisparbud. Kami akan tertibkan," kata Asiantoro beberapa waktu lalu.

Penertiban pengamen ondel-ondel itu dipastikan tidak dilakukan dengan cara penangkapan. Namun, dengan mengajak pengamen untuk memanfaatkan ondel-ondel sebagai kegiatan seni yang baik.

Nantinya pengamen ondel-ondel masih diperbolehkan mengamen, namun dalam formasi grup yang lengkap dengan alat musik. Untuk lokasi mengamen, sambungnya, akan diarahkan ke tempat wisata sehingga akan menunjang pariwisata di Jakarta.

Sponsored

"Nanti akan ada misalnya ondel-ondel lengkap yang diperbolehkan ngamen. Seperti di tempat wisata, kami minta spot untuk tampil di situ, misalnya dengan cara mencari insentif dari tempat wisata itu atau diperbolehkan mengamen," terangnya.

Asiantoro menambahkan segera melakukan focus group discussion (FGD) untuk membahas pelaksanaan pembinaan pengamen ondel-ondel. Nantinya, FGD akan melibatkan Lembaga Kebudayaan Betawi, Bamus Betawi, dan asosiasi ondel-ondel.

"Dalam forum tersebut, kami akan detilkan pelaksanaannya agar tak terjadi salah pemahaman," tandasnya.