sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Warga padati pasar jelang lebaran, Jokowi ingatkan jaga jarak

Menurut Presiden, protokol kesehatan menjadi kunci pengendalian penyebaran Covid-19.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Selasa, 19 Mei 2020 13:56 WIB
Warga padati pasar jelang lebaran, Jokowi ingatkan jaga jarak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28818
Dirawat 18205
Meninggal 1721
Sembuh 8892

Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 saat berbelanja di pasar-pasar menjelang Lebaran 2020. Jokowi mengaku memahami aktivitas warga tersebut.

Presiden pun menginstruksikan agar jajarannya terus mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan tersebut. Sebaliknya, masyarakat juga diminta untuk disiplin mengikuti anjuran pemerintah itu.

"Saya melihat pasar-pasar tradisional saat ini sudah mulai ramai karena masyarakat banyak yang belanja dalam rangka hari raya. Saya ingin dipastikan ada pengaturan jarak yang baik, memakai masker, petugas di lapangan betul-betul bekerja untuk mengingatkan mengenai protokol kesehatan secara terus-menerus," kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas bertema "Persiapan Idulfitri 1441 H" bersama sejumlah menteri Kabintet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/5) 

Menurutnya, protokol kesehatan tersebut menjadi kunci pengendalian penyebaran Covid-19. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat secara disiplin menerapkannya.

"Saya minta protokol kesehatan betul-betul dipastikan dilaksanakan, terutama menjelang Idulfitri dan pada saat nanti Idulfitri," ucapnya.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pasar tradisional mengalami kepadatan meskipun tengah berlangsung pembatasan sosial berskala besar atau PSBB yang diberlakukan untuk mencegah penularan Covid-19. Ini di antaranya terjadi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Pasar Anyar Bogor juga tampak dipadati warga pada Minggu (17/5). Mereka berbelanja kebutuhan lebaran tanpa mempedulikan aturan PSBB Bogor.

Padahal pasar tradisional di sejumlah daerah diketahui menjadi klaster penyebaran Covid-19 seperti terjadi di beberapa pasar di Surabaya. (Ant)

Sponsored
Berita Lainnya