close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Skuad Meksiko U-17 di Kejuaraan U-17 CONCACAF 2023. Foto Miseleccionmx
icon caption
Skuad Meksiko U-17 di Kejuaraan U-17 CONCACAF 2023. Foto Miseleccionmx
Olahraga
Jumat, 01 September 2023 10:22

5 Sinar kemilau Meksiko U-17 memancar ke dunia

Sinar penuh kemilau Meksiko bersama lima bintangnya sangat serius mengancam semua penantang lain.
swipe

Tendangan salto setengah voli Gael Alvarez dari dalam kotak penalti menyambut umpan silang bersarang telak ke jaring gawang. Gol heroik menit ke-2 oleh gelandang serang Meksiko itu membuka pesta gol El Tri dalam kemenangan laga perdana 9-0 atas Curacao pada Kejuaraan U-17 CONCACAF 2023.

Meksiko menjuarai turnamen setelah membekap Amerika Serikat 3-1 di final 26 Februari 2023 di Estadio Doroteo Guamuch Flores, Guatemala City. Gelar juara kesembilan zona Konfederasi Amerika Tengah, Utara, dan Karibia (CONCACAF) mereka raih.

Kejuaraan itu juga menjadi wahana kualifikasi CONCACAF menuju Piala Dunia U-17 Indonesia 2023. Alvarez cs tak terkalahkan, hanya mampu diimbangi Panama 1-1 di fase Grup E. Selanjutnya 16 Besar, perempat final, dan semifinal mereka terus melaju: Nikaragua dibungkam 6-0, El Salvador 3-0, dan Panama tidak mampu mengulangi ketahanan di fase grup, tumbang 5-0.  

Di antara parade bintang muda Meksiko yang mengincar peluang digaet klub-klub besar, Alvarez merupakan salah satu permata berharga asal klub Pachuca. Bakatnya telah dibandingkan dengan pemain legendaris Hirving Lozano, yang kini menghiasi sayap kanan Napoli, juara Serie A Italia. Alvarez diprediksi menembus tim nasional senior Meksiko ke Piala Dunia 2026 mendatang.

Berposisi gelandang serang, Alvarez banyak membantu agresivitas Stéphano Carrillo. Striker bertinggi 1,82 meter kelahiran Gómez Palacio, 7 Maret 2006, pencetak gol terbanyak di tim Meksiko U-17.

Carrillo memproduksi 14 gol sejak 13 November 2021 saat uji coba versus Belanda yang berakhir 2-2 sampai final Kejuaraan U-17 CONCACAF 2023, 26 Februari 2023. Delapan gol di pertandingan persahabatan dan enam gol di turnamen kompetitif menunjukkan dia beringas di kotak penalti.

Rekan duet Alvarez, gelandang tengah José Urías, menjadi kunci kekuatan Meksiko. Selain poros utama Alvarez-Urías-Carrillo, bek kanan Javier Suárez memiliki naluri eksekusi yang matang. Peluru roket jarak jauh dia lontarkan untuk menyegel tempat mereka ke final CONCACAF U-17. Sekali kontrol memakai sisi luar kaki, bola pantul kemudian dihajarnya ke sudut kanan atas gawang Panama di semifinal.

Bek tengah Luis Navarrete tak kalah buasnya dari Suárez. Gemar maju jauh, bahkan hingga ke kotak penalti lawan. Sundulan membelakang tanpa melihat ke gawang dari kepala Navarrete mengawali kejayaan Meksiko mengunci gelar juara CONCACAF U-17.

Satu-satunya faktor kendala nonteknis bisa muncul di jajaran manajemen di mana manajer Raúl Chabrand baru saja digantikan oleh Carlos Cariño. Skuad mereka perlu beradaptasi ulang bila memformat pola permainan berbeda. Biasanya Meksiko memasang pakem 4-3-3 atau 4-2-3-1 yang ofensif.
 
Sinar penuh kemilau Meksiko bersama lima bintangnya sangat serius mengancam semua penantang lain. Juara dunia U-17 ganda, tahun 2005 dan 2011, dari tampil 14 kali (perdana pada 1985), menjadi salah satu unggulan yang akan menggebrak Piala Dunia U-17 di Indonesia pada 10 November–2 Desember 2023.

img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan