logo alinea.id logo alinea.id

Atlet Indonesia juara dunia panjat tebing di China

Alfian mampu mengalahkan lawannya dari Ukraina, Kostiantyn Pavlenko dengan catatan waktu 5,961 detik.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Sabtu, 27 Apr 2019 08:40 WIB
Atlet Indonesia juara dunia panjat tebing di China

Atlet panjat tebing Indonesia Alfian M Fadjri menyabet gelar juara dunia setelah menjadi yang terbaik pada nomor men's speed world record pada IFSC World Cup di Chongqing, China, Jumat (26/4).

Berdasarkan data yang dihimpun media dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) di Jakarta, Sabtu, pada final atlet asal Solo itu mampu mengalahkan lawannya dari Ukraina, Kostiantyn Pavlenko dengan catatan waktu 5,961 detik sedangkan Pavlenko 6,310 detik.

Medali perunggu diraih oleh Sergey Rukin dari Rusia dengan catatan waktu 6,808 detik. Rukin mengalahkan lawannya asal China, Zhong Qixin, yang terjatuh dalam perebutan medali perunggu.

Bagi Alfian ini adalah medali pertamanya di IFSC World Cup dan langsung meraih gelar juara dunia. Sebelumnya, Alfian meraih medali emas di Asian Championship di Kurayoshi, Jepang, November 2018.

"Saya terima kasih kepada semua yang telah mendukung. Syukur alhamdulillah kepada Tuhan yang Maha Esa saya bisa maksimal," kata Alfian dalam keterangan resminya.

Menurut Alfian, kunci kemenangannya kali ini adalah perasaan yang lebih tenang dan rileks. Dia juga selalu berdoa agar diberi kelancaran selama bertanding.

"Ini awal bagus bagi timnas. Dan saya percaya pelatih punya strategi agar kita juga bisa bagus di nomor boulder dan lead," kata Ketua Umum FPTI Faisol Riza.

Di sisi lain, Aspar Jaelolo gagal melaju ke perempat final setelah dikalahkan oleh Pavlenko, si peraih medali perak. Di babak perdelapan final, Aspar sempat sedikit terpeleset sehingga catatan waktunya mengendur menjadi 6,286 detik. Pavlenko unggul 0,1 detik dengan catatan waktu 6,130 detik.

Sponsored

Sementara itu, atlet putri andalan Indonesia, Aries Susanti Rahayu, gagal melaju ke babak semi final. Aries dikalahkan oleh Anouck Jaubert dari Prancis dengan selisih skor tipis 0,02 detik. Aries menorehkan waktu 7,429 detik sedangkan Jaubert 7,400 detik.

Atlet putri Indonesia lainnya, Nurul Iqamah, gagal di babak perdelapan final melawan Rudzinska. Nurul menorehkan catatan waktu 8,724 detik sedangkan Rudzinska 7,742 detik.

Sebelumnya pada 2018, Aries meraih gelar juara dunia pertamanya di IFSC World Cup Chongqing. Video aksinya berlaga di babak final beredar luas dan sejak saat itulah julukan spider women melekat padanya. (Ant)