close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Bassco Soyer pemain tim Peru-17 saat melawan Argentina. Foto Tangkapan layar FS2 Live
icon caption
Bassco Soyer pemain tim Peru-17 saat melawan Argentina. Foto Tangkapan layar FS2 Live
Olahraga
Sabtu, 08 April 2023 15:04

Beda tipis Peru U-17 dan Timnas Indonesia U-20

Jika Peru dicabut FIFA disusul timnya tidak lolos ke Piala Dunia U-17, lini masa PSSI terbalik.
swipe

Peruntungan serupa tapi tak sama dialami tim Peru U-17 dan tim nasional PSSI U-20. Kedua tim telah mengubur mimpi memupus asa menahan malu gigit jari gagal berkiprah di Piala Dunia kelompok usia masing-masing. Mereka beda tipis, namun bernuansa sama persis.

FIFA diketahui lebih dulu memutuskan menarik Peru dari tuan rumah Piala Dunia U-17 karena ketidaksiapan penyelenggaraan. "Langkah ini dilakukan mengingat ketidakmampuan negara tuan rumah memenuhi komitmennya untuk melengkapi infrastruktur yang dibutuhkan untuk menggelar turnamen.

"Meskipun hubungan kerja yang sangat positif antara FIFA dan FPF (federasi sepak bola Peru), telah dipastikan bahwa sekarang tidak cukup waktu untuk mengamankan investasi yang diperlukan dan menyelesaikan pekerjaan yang dibutuhkan dengan pemerintah Peru sebelum tanggal dimulainya turnamen," bunyi rilis pers FIFA, Senin (3/4).

BATAL, LALU GAGAL

Penarikan FIFA bahwa Peru batal jadi tuan rumah itu kemudian disusul tim Peru U-17 gagal lolos dari kualifikasi zona Amerika Selatan (CONMEBOL). Kegagalan itu ditentukan lewat laga Peru U-17 versus Argentina U-17 di Kejuaraan U-17 Amerika Selatan 2023, Jumat (7/4) pagi WIB.

Turnamen ini sedang berlangsung sejak 30 Maret sampai 23 April 2023. Sekaligus filter CONMEBOL untuk mencari empat peserta terbaik dari zona Amerika Selatan ke Piala Dunia U-17 mendatang.

Peru di Grup B bersama Tim Tango, Paraguay, Venezuela, dan Bolivia. Kesebelasan berkostum merah-putih bermotif selempang saat ini mendekam di urutan buncit klasemen dari tiga laga yang telah dimainkan. Semuanya menelan kekalahan: 1-2 dari Bolivia, 0-4 digulung Paraguay, dan terakhir untuk kemenangan La Albiceleste 0-3. Sisa satu pertandingan menghadapi Venezuela tidak berpengaruh lagi atas nasib Peru U-17.

Asa skuad berjulukan Jotitas untuk menggantungkan cita-cita kebintangan mereka di langit tinggi sempat mencuat di laga awal. Selama satu jam lebih mereka berharap tampil di Piala Dunia U-17 meski telah dibatalkan menjadi penyelenggara. Tepatnya 69 menit.

Kapten kesebelasan Nestor Duarte memimpin rekan-rekannya di tengah lapangan untuk bertarung pantang mundur tak pernah kendur sampai peluit akhir berbunyi. Asahan pelatih Víctor Reyes unggul cepat 1-0 di menit ke-29 melalui Bassco Soyer. Tapi Bolivia bisa membalas di menit ke-70, lalu menambah satu gol lagi buat memenangi partai ini.

Harapan 69 menit di Estadio George Capwell, Guayaquil, Ekuador, Jumat (31/3), boleh terkenang selamanya oleh kiper Juan Pedro Durán Jacinto mengapa dia tidak mampu menyetop tembakan lawan. Kapten Duarte, Coach Reyes, Soyer, dan seluruh warga Peru berduka sama-sama.

Jika Peru dicabut FIFA disusul timnya tidak lolos ke Piala Dunia U-17, lini masa PSSI terbalik. Diawali Timnas U-20 gagal duluan, baru menyusul kemudian Indonesia disisihkan FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Pilihan keputusan FIFA juga berbeda (dalam bahasa Inggris): "Peru withdrawn" dan "removes Indonesia". Arti harfiahnya: Peru dicabut atau ditarik; Indonesia dihapus.

Timnas U-20 sudah langsung kalah dalam laga perdana Grup A di Piala Asia U-20 Uzbekistan 2023. Berhadapan Irak, dengan skor 0-2. Kejuaraan ini dihelat sejak awal hingga medio bulan Mei. Wajib menang lawan Uzbekistan di partai terakhir, besutan Shin Tae-yong hanya menahan imbang tuan rumah, Selasa (7/3). Itu memastikan langkah Indonesia terhenti di kualifikasi zona Asia untuk Piala Dunia U-20.

Semua tenang saja karena slot jatah tuan rumah sudah menanti seakan-akan tanpa aral melintang lagi. Tapi fisik, mental, dan kualitas teknis Hokky Caraka cs jelas lemah daya saingnya di level Asia. Konon para pemain pun lantas kembali ke Tanah Air tetap menegakkan kepala.

GAGAL, LALU BATAL

Tiga pekan kemudian semua berubah pahit. Sejak kepulangan skuad Garuda Junior, tepatnya 22 hari berselang. Indonesia dihapus sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. "FIFA telah memutuskan, karena keadaan saat ini, untuk mencopot Indonesia sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023," rilis media dari federasi sepak bola dunia.

Pembatalan memicu ramainya jagat maya dan sorotan media, riuhnya dunia nyata di Indonesia. Beberapa pihak sibuk mencari makna "due to the current circumstances" (karena keadaan saat ini), menebak maksud anak kalimat di paragraf pertama siaran pers FIFA.

Alasan itu, bila dicermati, berdasarkan hubungan sebab-akibat. Sebab FIFA membuka pernyataan: "Menyusul pertemuan hari ini antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir..." Pertemuan itu berakibat FIFA mengambil keputusan, dengan pertimbangan: "karena keadaan saat ini". Tentu bukan tentang keadaan saat itu dalam ruangan Presiden di kantor FIFA, Jenewa.

Mencari makna "karena keadaan saat ini" (apabila maksudnya adalah) di Indonesia, pasti Thohir yang lebih tahu daripada Infantino. Tapi cuma FIFA yang berhak menjelaskan alasan penghapusan tersebut sebenarnya. Anak kalimat itu tidak terperinci, namun Ketua PSSI tidak bisa dimintai keterangan. Itu bukan pengumuman FIFA bukan PSSI.

"Ambil hikmahnya," kata Thohir. Itu tidak menjawab dasar alasan dari keputusan yang diambil Presiden FIFA.

Penolakan atas Israel ditengarai mengakibatkan penghapusan tuan rumah ini. Media asing banyak mengutip sikap tersebut ditunjukkan orang-orang Indonesia.

Benar atau tidaknya, tidak kunjung terjawab. FIFA barangkali akan menyimpannya, selama-lamanya dari publik, atas nama statuta organisasi.

Kejadian ini mengingatkan insiden Zinedine Zidane menyundul dada Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006. Tak jua terungkap apa sebenarnya yang terjadi. Materazzi sudah bicara dengan media, ada yang percaya ada yang tidak, kontroversi tetap abadi. Publik berharap Zizou angkat bicara, tapi dia tidak diam saja selama ini. Seriusnya karakter Zizou tak pernah berubah di mata dunia.

Kalau Zizou serius, FIFA lucu. Lucunya ternyata siaran pers jadul itu telah dihapus sendiri oleh FIFA, sekarang diganti versi baru. FIFA menguncinya dengan "keadaan". Federasi internasional dan media dunia toh tidak tutup mata pada situasi di Indonesia.

Timnas U-20 beda tipis dengan Peru U-17, berbeda usia pastinya. Sama-sama menahan malu memupus asa mengubur mimpi, para pemuda yang terbaik akan besar sikap dewasa, sabar berkhidmat bijaksana.

img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan