close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto: Ist
icon caption
Ilustrasi. Foto: Ist
Olahraga
Rabu, 15 November 2023 11:41

Piala Dunia U-17: Masalah VAR yang tidak transparan

Seharusnya Ekuador, Burkina Faso, dan Maroko mendapat keadilan yang sama di Piala Dunia U-17 2023.
swipe

Pantauan Video Assistant Referee (VAR) tidak transparan bukan sekali mewarnai kejadian aneh di tengah pertandingan Piala Dunia U-17 2023 hingga Matchday 2, Selasa (14/11). Bukti VAR terkesan disembunyikan, tidak terpampang di layar monitor. Tidak seorang pun pemain, komentator, pemirsa, dan penonton di stadion yang tahu atas dasar apa keputusan wasit membunyikan peluit.  

Pertama, laga antara Indonesia versus Ekuador, Jumat (10/11). Kontroversi terjadi setidaknya tiga kali. Terulang pada pertandingan Prancis kontra Burkina Faso, Minggu (12/11). Terakhir, Maroko lawan Ekuador, Senin (13/11).
 
Sementara di Premier League musim ini Liverpool FC bisa menuntut otoritas Football Association membuka rekaman VAR karena tidak puas dengan keputusan wasit. Saat gol Luis Diaz dinyatakan offside menghadapi Tottenham Hotspur, Sabtu (7/10).

Seharusnya Ekuador, Burkina Faso, dan Maroko mendapat keadilan yang sama di Piala Dunia U-17 2023. Otoritas pertandingan harus mempublikasi rekaman VAR untuk membuktikan bahwa keputusan wasit sudah tepat.

Bertanding lawan Burkina Faso, Minggu (12/11), Prancis diberi dua hadiah penalti kontroversial oleh wasit Fu Ming dari China. Tapi entah semua itu untuk pelanggaran yang bagaimana. Pelatih Burkina Faso, Brahima Traore, sampai dibuat bingung dengan keputusan sang pengadil.

Tim asuhan Traore takluk telak 0-3 tanpa bukti VAR ditunjukkan bahwa pemainnya melanggar lawan. VAR bodong telah "mengotori" kenduri global remaja. Sepak bola masa depan mau dibawa FIFA ke mana?

Burkina Faso bermain bagus seperti gelandangnya Arouna Outtara yang selama 90 menit menempuh jarak paling jauh 10,67 kilometer di antara 21 pemain lain di lapangan. Rekannya sesama gelandang, Idrissa Sore, membuat lari cepat terbanyak 52 kali. Striker Souleymane Alio mengupayakan 17 manuver untuk menekan garis pertahanan Prancis. Tapi Burkina Faso harus menelan kekalahan akibat keputusan wasit yang meragukan.

Pada jam yang sama di tempat berbeda, Venezuela menang 3-0 atas Selandia Baru di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Minggu (12/11). Selandia Baru kalah kelas. Laga ini bersih tanpa kontroversi. Kepemimpinan wasit Ibrahim Mutaz (Libya) patut diacungkan jempol apresiasi.

Sementara Korea Selatan yang didukung penuh para penggemar K-pop se-Jakarta gagal meredam kecepatan reaksi lawannya, Amerika Serikat. Taegeuk Warriors tunduk 1-3 di Jakarta International Stadium, Minggu (12/11), meski sempat memberi perlawanan sengit di babak pertama.

Kandidat juara Jerman U-17 unggul supremasi dari Meksiko U-17 lewat sejumlah variasi tekanan ketat langsung ke titik lemah lawan. Skor 3-1 menjadi hasil yang adil menilik perimbangan kekuatan kedua kesebelasan di Grup F.

Spanyol dinaungi Dewi Fortuna sejak topskor sementara turnamen, striker Mali U-17 Mamadou Doumbia, tertangkap basah melakukan kekerasan fisik di menit ke-40. Kartu merah Doumbia sekaligus membereskan masalah Spanyol.

Sontekan Juan Torres membelokkan umpan silang berhasil memberi tim Matador Muda tiga angka dari Mali U-17 melalui kemenangan tipis 1-0.  Spanyol makin perkasa memimpin Grup B.

Di Grup A, Maroko mengawali turnamen begitu sempurna justru terpeleset di kaki Ekuador. Kesialan Singa Atlas dimulai menit ke-18 ketika sepak pojok disambut sundulan Abdelhamid Ait Boudlal membentur mistar. Menyusul tiga peluang emas lainnya dimentahkan kiper Cristhian Loor dari Ekuador.

Semua lalu terbalik, lagi-lagi karena keputusan janggal wasit. Sentuhan minor bek Maroko, Naoufel El Hannach, di sudut kotak penalti terlihat sama sekali tidak menyakiti. Tapi gelandang Ekuador Elkin Ruiz yang disentuh seketika pura-pura jatuh kesakitan. Aksi sandiwara murahan itu mengundang peluit wasit, asal sesama benua Amerika, Keylor Herrera (Kosta Rika).

Striker Ekuador Michael Bermudez maju menuntaskan penalti menit ke-62. Sejak itu mental Maroko jatuh. Di masa tambahan waktu, blunder Smail Bakhty kembali dimanfaatkan Bermudez, hasil akhir 2-0 untuk Ekuador.  

Raksasa Kaukasia, Uzbekistan, membuka asa dari tiga gol mereka ke gawang Kanada di laga kedua. Meski sebelumnya dibekap Mali, juga dengan identik, 0-3. Di posisi Grup B, Uzbekistan kini memepet Mali, sama-sama mendulang tiga angka.

Giliran tim tuan rumah mengulang kesalahan yang sama. Bek kapten Iqbal Gwijangge tetap jadi titik terlemah di jantung pertahanan. Blunder konyol Gwijangge dikonversi menjadi gol mutlak oleh gelandang Panama, Oldemar Castillo. Sebelum Arkhan Purwanto kembali menyelamatkan lambang Garuda untuk mengimbangi Panama 1-1.

Tampilan menonjol penjaga gawang Ikram Al Giffari stabil prima. Performa sempurnanya boleh jadi mengundang pertanyaan: apakah umur Ikram di bawah 17 atau sebenarnya U-23? Soal usia, FIFA kali ini juga tidak mempublikasikan hasil tes usia pemain untuk kejuaraan dunia kelompok umur ini.

img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan