sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rumput My Dinh bergoyang

Di luar laga final, Piala AFF sudah diperkirakan sejak awal hanya menjadi ajang persaingan antara Thailand dan Vietnam.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Sabtu, 14 Jan 2023 13:40 WIB
Rumput My Dinh bergoyang

Pelatih tim nasional Thailand tidak menghiraukan rumput di My Dinh National Stadium, Hanoi. Mano -- panggilan Polking -- menganggap kualitas rerumputan tidak seburuk pemberitaan media.

Sebelum pertandingan, Mano bahkan memuji calon lawannya setinggi langit, begitulah kebiasaannya. Ia menilai, dengan bermain di kandang sendiri Vietnam lebih diuntungkan. Ia juga tidak genit bermain media sosial untuk memposting kejelekan lawan. Polking pelatih berkelas yang sangat tepat untuk Thailand.

Bukti teranyar dipersembahkan Mano, juru taktik berkebangsaan Brasil-Jerman, kepada publik Asia Tenggara. Pelatih juara itu membimbing Gajah Perang setengah langkah di depan Vietnam.

Hasil imbang 2-2 di final leg pertama Piala AFF 2022, Jumat (13/1), membawa Theerathon Bunmathan dkk pulang kandang dengan optimisme melambung tinggi. Mereka tinggal mempertahankan skor kaca mata di leg kedua buat kembali mengangkat piala beruntun.

Rumput Thammasat Stadium, Rangsit, Pathum Thani, Senin (16/1), akan mengakhiri turnamen regional ASEAN. Edisi tahun ini digelar makin menyedihkan, lagi-lagi tanpa VAR dan banyak menyewa wasit asing kontroversial. Seraya meraup habis-habisan cuan dari menguras kantong para penggemar asal 10 negara peserta.

Tapi Thailand tidak terpengaruh akan itu semua. Setelah sempat ketinggalan dari sundulan terbang Nguyễn Tiến Linh, tim tamu membalikkan keadaan lewat aksi Poramet Arjvirai dan Sarach Yooyen. Tuan rumah Vietnam akhirnya hanya mampu menyeimbangkan skor melalui Vu Van Thanh jelang bubaran.

Tak ada yang kalah, tiada pemenang di My Dinh. Tanpa Teerasil Dangda di tengah lapangan hingga peluit panjang berbunyi, Thailand berhasil menahan tim yang dijuluki Dragon Warriors.

Di luar laga final, Piala AFF sudah diperkirakan sejak awal hanya menjadi ajang persaingan antara Thailand dan Vietnam. Apalagi "pesan sponsor" terkesan lebih berpihak kepada mereka. Brutalitas di atas lapangan dilindungi impunitas, jauh dari norma sportivitas. Kesebelasan bermental tempe bukan tempatnya bermain di sini.

Sponsored

Menurut hemat Alinea, manfaat signifikan Piala AFF untuk perkembangan sepak bola sebagian besar negara anggotanya sama sekali tidak ada. Karena itu, Indonesia sebagai saudara tua ASEAN perlu menginisiasi langkah maju lebih berwawasan.

Misalnya, dengan mendirikan federasi regional baru: SEAFF (South East Asia Football Federation). PSSI tentu boleh mengajak federasi Singapura, Brunei, Filipina, dan Timor Leste, untuk keluar dari AFF. Seterusnya tinggal minta persetujuan AFC dan pengesahan FIFA.
 
Jangan lupa merangkul Australia agar ikut menjadi anggota sekaligus pendiri federasi baru tersebut. Pendekatan aktif terlibat dalam kolaborasi antarfederasi nasional dengan tujuan lebih mapan, jelas akan sangat bermanfaat daripada berputarnya roda "miring" organisasi AFF selama ini.

SEAFF nanti bisa sekaligus menjadi jawaban untuk rumput My Dinh yang bergoyang. Maka biarkan Park Hang Seo saja yang tertawa di sana. Di atas keburukannya sendiri.

Berita Lainnya
×
tekid