logo alinea.id logo alinea.id

Debat kedua pilpres dinilai cuma basa-basi

Dana kampanye kedua calon presiden disinyalir berasal dari aktivitas pertambangan.

Rakhmad Hidayatulloh Permana
Rakhmad Hidayatulloh Permana Senin, 11 Feb 2019 13:40 WIB
Debat kedua pilpres dinilai cuma basa-basi

Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menilai debat kedua pemilihan presiden (Pilpres) yang akan berlangsung pada Minggu, 17 Februari 2019 hanya sekadar basa-basi. Pasalnya, debat yang mengambil tema energi,lingkungan hidup dan SDA, kedua calon presiden baik dari nomor urut 01 maupun 02 tak akan mengangkat narasi dampak buruk pertambangan di daerah.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator JATAM, Merah Johansyah. Merah menjelaskan, alasan kedua capres tak akan mengangkat narasi tersebut lantaran terkait persoalan dana kampanye kedua kubu, yang disinyalir berasal dari aktivitas pertambangan.

“Baik kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, erat sekali hubungannya dengan kepentingan para pebisnis tambang,” kata Merah saat ditemui di Jakarta pada Senin (11/2).

Merah mengungkapkan, untuk kubu Jokowi-Ma'ruf, ada sumber dana kampanye mencurigakan yang diduga hasil dari bisnis tambang. Sebanyak 86% dari total biaya kampanye yang dilaporkan ke KPU oleh kubu Jokowi-Ma'ruf, sumbernya berasal dari perkumpulan Golfer TBIG, yang diduga adalah PT Tower Bersama Infrastructure Group dan Perkumpulan Golfer TRG yang juga diduga adalah PT Teknologi Riset Global Investama. 

“Setelah ditelusuri, pendiri kedua perusahaan tersebut adalah Wahyu Sakti Trenggono yang di dalam TKN Jokowi-Ma'ruf memegang posisi bendahara,” ucap Merah. 

Lebih lanjut, Merah menambahkan, Wahyu Sakti Trenggono bersama Garibaldi Tohir juga merupakan komisaris PT Merdeka Copper Gold. Perusahaan tersebut merupakan salah satu pemegang saham PT Bumi Suksesindo yang menambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Bayuwangi, Jawa Timur.

Adapun pertambangan emas Tumpang Pitu merupakan tambang bermasalah. Banyak masyarakat yang resisten terhadap tambang tersebut karena berdampak buruk terhadap lingkungan. Bahkan aktivis lingkungan Budi Pego ikut jadi korban kriminalisasi karena melawan pertambangan tersebut. 

Sedangkan kubu Prabowo-Sandi, Merah mengungkapkan, dana kampanye mereka juga berasal dari bisnis tambang. Calon wakil presiden Sandiaga Uno, misalnya, tercatat 9 kali menjual saham untuk menutupi 70% biaya kampanye dari total keseluruhan dana kampanyenya. Adapun saham yang dimaksud adalah saham PT Adaro Energy Tbk, yang merupakan perusahaan eksploitasi tambang batu bara.

Sponsored

“Itu sebabnya, debat pilpres kedua yang mengangkat tema soal energi, sumber daya alam dan lingkungan hidup hanya akan jadi basa-basi belaka,” ujarnya.
 
Berdasarkan catatannya, saat ini ada sebanyak 22 pulau kecil di Indonesia yang dikapling untuk pertambangan nikel. Dari jumlah lokasi tersebut, sebanyak 115 korban dinyatakan telah tewas di lubang tambang yang ditinggalkan oleh perusahaan-perusahaan tambang. “Tapi narasi ini selalu luput dalam perbincangan politik kita,” kata Merah.