sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Diragukan dukung Jokowi, PBB klaim kader solid

Kader PBB di Serang mengklaim bakal patuh pada keputusan DPP yang mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Kamis, 31 Jan 2019 14:02 WIB
Diragukan dukung Jokowi, PBB klaim kader solid
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 248852
Dirawat 57796
Meninggal 9677
Sembuh 180797

Keputusan Partai Bulan Bintang (PBB) mendukung Jokowi-Ma'ruf diprediksi tidak akan maksimalkan suara ke Jokowi-Ma'ruf karena separuh kadernya justru bakal mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, namun hal tersebut dibantah oleh PBB. 

Wakil Ketua Tim Pemenangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 02 Provinsi Banten Miftahudin mengklaim kader PBB di Banten tetap akan mendukung Prabowo dan Sandiaga. Ia meyakini kalau di akar rumput, para kader PBB justru lebih mendukung pasangan dengan nomor urut 02. 

Sekali lagi, Miftha meyakini kalau PBB tetap mendukung hasil ijtima ulama yakni mendukung Prabowo-Sandi.

"Faktanya kader PBB masih mendukung kami. Ini hati nurani kader PBB, sebelum Yusril Ihza Mahendra menyatakan dukungan ke 01 tapi kader tetap memilih pasangan nomor urut 02," kata Miftah pada Kamis (31/1).

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Kota Serang PBB Aeng Haeruzaman membantah pernyataan wakil ketua tim pemenangan 02 tersebut. Aeng mengatakan hasil kesepakatan partai dan para kader, pihaknya akan patuh terhadap keputusan DPP Partai.

"Kita tetap akan patuh ke ketua umum, mungkin rencana kita akan deklarasi tapi masih menunggu intruksi pusat," kata Aeng.

Sementara itu, dukungan PBB kepada Jokowi-Ma'ruf akan memperkuat basis suara paslon nomor urut 01 itu di empat provinsi, yakni Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada empat provinsi tersebut diyakini pengamat politik The Habibie Center, Bawono Kumoro akan berbalik arah pada perolehan suara ke Jokowi-Ma'ruf pada pemilu tahun ini. 

Bawono menilai alasan PBB mendukung Jokowi-Ma'ruf agar dapat terbantu lolos ambang batas parlemen. Setelah partai melakukan evaluasi terhadap perjalanan partai di bawah kepemimpinan MS Kaban selama dua periode terakhir, Yusril melihat dukungan PBB terhadap Prabowo di pemilu lalu tidak membawa insentif elektoral bagi PBB. 

Sponsored

"Prabowo dan Partai Gerindra dinilai tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam menolong PBB untuk lolos ambang batas parlemen di Pemilu 2014," kata Bawano.

Soal maklumat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab agar para pengurus FPI yang menjadi caleg PBB untuk mengundurkan diri massal, kata Bawano, sah-sah saja. Tetapi belum tentu efektif menggerus suara PBB di pemilu mendatang karena ikon utama partai ini tidak lain adalah Yusril Ihza Mahendra sebagai ketua umum partai. (Ant)
 

Berita Lainnya