sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Dua alasan yang mengerek suara Prabowo mengungguli Jokowi di Sumsel

Jokowi dianggap gagal mengangkat harga komoditas karet, sawit dan lainnya.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Kamis, 25 Apr 2019 07:57 WIB
Dua alasan yang mengerek suara Prabowo mengungguli Jokowi di Sumsel

Kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Provinsi Sumatera Selatan terdorong oleh dua alasan, yakni isu harga karet dan populisme Islam. Demikian dikatakan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Center for Democracy and Civilization Studies (CDCS) Alip Dian Pratama.

“Masyarakat di Sumsel mayoritas bekerja di bidang agraris. Jadi, ketika Jokowi dianggap gagal mengangkat harga komoditas karet, sawit dan lainnya, maka masyarakat memberikan sanksi dengan mengumpulkan suara ke Prabowo,” kata Alip di Palembang.

Sedangkan faktor populisme Islam mulai merembet ke Sumsel sejak muncul aksi 212 dan 411 di Jakarta. Kemudian terus berlanjut hingga Pilpres 2019 terutama di Kota Palembang dengan dorongan tokoh-tokoh agama.

“Bisa dilihat ketika kampanye Jokowi dan Prabowo di Palembang, nampak perbedaannya secara kuantitas sangat jauh,” ujarnya.

Selain itu, faktor dukungan kepala daerah yang mayoritas mendukung Jokowi juga dianggap belum bisa mendongkrak perolehan suara paslon 01. Sebab, para kepala daerah tersebut disinyalir lebih fokus membesarkan suara partai dibandingkan mengoptimalkan dukungan capres.

Namun, sebagian masyarakat masih memilih Jokowi karena ada bukti nyata pembangunan selama pemerintahannya. Apalagi, Sumsel termasuk daerah yang mendapat porsi pembangunan infrastruktur paling banyak karena menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Kehadiran Jokowi pada berbagai peresmian infrastruktur seperti LRT Palembang dan jalan tol membuat masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada Jokowi. Itulah yang tidak dimiliki Prabowo, yakni bukti nyata, ya itu wajar karena Prabowo memang belum punya wewenang kekuasaan," ucap Alip Dian.

Meski hitungan versi web KPU masih sementara, namun berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei seperti SMRC, Indikator, dan Charta Politika, pasangan Prabowo-Sandiaga unggul di Sumsel dengan rata-rata raihan 60% suara.

Sponsored

Berdasarkan data dari situs resmi KPU https://pemilu2019.kpu.go.id hingga Rabu pukul 21.15 WIB, data yang masuk untuk Provinsi Sumatera Selatan baru mencapai 10.406 dari 25.326 TPS atau 41,08821%.
Dari data tersebut, Prabowo-Sandiago meraih 60,14% dengan perolehan 1.200.746 suara. Sementara Jokowi-Ma'ruf meraih 39,86% dengan perolehan 795.930 suara.

Prabowo-Sandi sementara unggul di 16 kabupaten/kota di Sumsel, sedangkan Jokowi-Ma'ruf Amin hanya unggul di Kabupaten Banyuasin dengan selisih 10.579 suara. Persentase perhitungan suara akan terus berubah, karena banyak TPS di kabupaten atau kota belum melaporkan suara keseluruhan. Namun, beberapa daerah sudah hampir menyelesaikan laporannya. (Ant)