sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jokowi ajak pendukungnya optimistis

Mantan wali kota Solo itu, menunjukkan ke publik, telah banyak perubahan yang dicapai pemerintahannya.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Senin, 25 Feb 2019 00:40 WIB
Jokowi ajak pendukungnya optimistis
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23851
Dirawat 16321
Meninggal 1473
Sembuh 6057

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo membacakan pidato kabangsaan di hadapan ribuan pendukungnya di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2).

Pada pidato yang berjudul "Optimis Indonesia Maju” tersebut, Jokowi menegasikan ungkapan miring terhadap capaian pemerintahannya.

Saat berpidato, mantan wali kota Solo itu, menunjukkan ke publik, telah banyak perubahan yang dicapai pemerintahannya. Mulai dari berbentuk fisik sampai berkaitan dengan kesejahteraan keluarga.

"Seperti Ibu Siti dari Bekasi Jawa Barat. Dulu ibu Siti dan suami kekurangan dalam membiayai hidup anak-anak, lalu pada 2015 ibu Siti mulai berani berjualan lontong sayur dan gado-gado dibantu program PKH. Sekarang usaha ibu Siti berkembang pesat. Sudah menerima pesanan katering kantor dan kawinan. Anaknya bisa kuliah," katanya.

Selain memaparkan hasil kinerjanya, Jokowi pun menunjukan rencana kedepannya jika terpilih. Tentunya dengan tetap berpedoman pada capaian saat ini, alias pengembangan dari apa yang telah dicapai.

"Bagi saya tidak cukup. Saya ingin melakukan lebih banyak lagi untuk kesejahteraan rakyat. Program Keluarga Harapan (PKH) dan beras, nanti akan ada kartu sembako murah. Kemudian Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang hanya sampai di SMA dan SMK, nanti akan kami buat KIP kuliah. Artinya KIP akan dapat membantu biaya pendidikan sampai kuliah," tutur dia.

Selain itu, pemberdayaan perempuan melalui program mekar yang berhasil meningkatkan pendapatan keluarga, yang saat ini baru mencapai 4 juta perempuan, ke depan akan ditingkatkan sampai 10 juta penerima. 

Melalui pidato itu pun, Jokowi juga membantah kondisi perekonomian Indonesia yang kerap dinarasikan dengan nada pesimistis.

Sponsored

Masyarakat dan pendukungnya diharapkan tidak mempercayai begitu saja narasi itu, dan mengajak para pendukungnya untuk tetap optimistis.

"Kita harus jadi bangsa yang optimis. Harus jadi bangsa yang kuat menghadapi tantangan, ke depan pekerjaan kita masih banyak. Itu semua perlu dihadapi dengan penuh optimisme," ucapnya.

Sementara cawapres 01 Maruf Amin mengatakan, jika terpilih, akan meneruskan apa yang telah dilakukan Jokowi-JK. "Jokowi-JK telah meletakkan pondasinya, dan ke depan Jokowi-Amin akan melanjutkannya dalam skala yang lebih luas," ucapnya.
 

Berita Lainnya