sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KPU pertimbangkan pilkada susulan di 2 kabupaten di Papua

Dua kabupaten di Provinsi Papua belum tersalurkan logistik Pilkada Serentak 2020 hingga hari pemungutan suara berlangsung.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 09 Des 2020 12:47 WIB
 KPU pertimbangkan pilkada susulan di 2 kabupaten di Papua

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat, terdapat dua kabupaten di Provinsi Papua yang belum tersalurkan logistik Pilkada Serentak 2020 hingga hari pemungutan suara berlangsung. Kedua kabupaten itu ialah Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Yahukimo.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menerangkan, tersendatnya penyaluran logistik di Kabupaten Yalimo diakibatkan adanya aksi pengepungan massa. Massa menolak menerima logistik karena menginginkan pemungutan suara dilakukan melalui metode noken.

"Sehingga sampai tadi pagi (9/12), persoalan ini belum bisa diatasi. Kemungkinan akan di lakukan pilkada susulan," ujar Pramono, saat konfrensi pers yang digelar secara virtual, Rabu (9/12).

Terkait di Kabupaten Yahukimo, Pramono mengatakan, pihaknya baru menyalurkan logistik ke 21 distrik dari 51 distrik yang ada di sana hingga H-1 pemungutan suara. Akan tetapi, dia mengaku telah mendapat kabar bahwa tersisa 8 distrik yang belum tersalurkan hingga tadi pagi.

"Kami masih terus menunggu perkembangan informasi dari sana, karena teman-teman KPU di Yahukimo maupun di Papua terus berkomunikasi dengan teman-teman Bawaslu apakah ada rekomendasi untuk melakukan pilkada susulan untuk 8 distrik itu," tutur dia.

Dari 51 distrik tersebut hanya satu distrik yang menyalurkan suara dengan metode pencoblosan. Sementara, 50 distrik lainnya menggunakan sistem noken.

"Jadi logistik yang terlambat ini juga bagian dari (distrik) yang pemungutan suaranya menggunakan noken," tuturnya.

Sebagai informasi, hari ini merupakan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020. Pesta demokrasi ini tetap digelar dengan kesepakatan pemerintah, DPR RI, dan penyelenggara pemilu seperti KPU, Bawaslu, dan DKPP, padahal banyak mendapat kritik dari publik lantaran pandemi Covid-19 belum berakhir.

Sponsored
Berita Lainnya