logo alinea.id logo alinea.id

Capres 2024: Dari Ridwan Kamil hingga Sri Mulyani

Setidaknya ada 15 nama yang diprediksi bakal jadi kandidat kuat capres di Pilpres 2024.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Selasa, 02 Jul 2019 16:17 WIB
Capres 2024: Dari Ridwan Kamil hingga Sri Mulyani

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar mengatakan, setidaknya ada 15 nama calon presiden (capres) yang potensial maju pada Pilpres 2024. Selain dari kalangan parpol, tokot-tokoh dari kalangan profesional dan ormas juga berpotensi maju. 

"Ada 15 nama capres potensial untuk Pilpres 2024," kata Rully saat memaparkan hasil survei LSI di kantornya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/7).

Dalam prediksinya, LSI menyusun sejumlah kriteria sebagai parameter, yakni kandidat memiliki popularitas di atas 25%, mempunyai potensi berdasarkan penilaian subjektif dari LSI, serta berasal dari empat sumber rekrutmen.

Empat sumber rekrutmen itu, yakni pernah menjabat di pemerintahan pusat, berasal dari ketua partai politik, berasal dari kepala daerah, dan berasal dari profesional, swasta, atau ormas.

Dari segmen kepala pemerintahan daerah, LSI memprediksi empat nama, yaitu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. "Kepercayaan publik pada Ridwan Kamil cukup tinggi," ujar Rully.

Pada segmen petinggi partai politik, LSI menyebutkan enam tokoh, yakni Prabowo Subianto (Gerindra), Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Puan Maharani (PDI-Perjuangan), dan Muhaimin Iskandar (Partai Kebangkitan Bangsa).

"Cak Imin (sapaan akrab Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar) misalnya. PKB punya massa sendiri seperti NU (Nahdlatul Ulama) dan Jawa Timurnya," ujar Rully.

Selain itu, nama-nama yang saat ini memiliki jabatan di pemerintahan juga berpeluan maju, seperti Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Budi Gunawan (BIN), Tito Karnavian (Kapolri), dan Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI). 

Sponsored

Namun demikian, LSI juga tidak menutup kemungkinan munculnya nama yang belum cukup dikenal publik maju sebagai kandidat. "Bisa jadi ada nama-nama memang tidak masuk di radar. Bisa jadi nama yang muncul tiba-tiba seperti kasus Jokowi di 2014," kata dia. (Ant)