sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Babak baru Pilgub DKI: Kaesang disiapkan Jokowi, Anies dilirik PDI-P

Bursa kandidat Pilgub DKI Jakarta masih sangat dinamis. Anies dan Ahok berpeluang diusung.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Rabu, 05 Jun 2024 11:53 WIB
Babak baru Pilgub DKI: Kaesang disiapkan Jokowi, Anies dilirik PDI-P

Sejumlah nama mulai masuk bursa kandidat PDI-Perjuangan untuk dicalonkan di Pilgub DKI Jakarta 2024. Sekretaris PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan tak menutup kemungkinan bakal mengusung sosok di luar kader internal, termasuk di antaranya mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Adapun dari internal parpol, menurut Hasto, muncul usulan untuk sejumlah kader yang kini menjabat sebagai menteri Jokowi, semisal Sekretaris Kabinet (Setkab) Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menpan-RB Abdullah Azwar Anas. 

Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga masuk dalam bursa kandidat dari PDI-P. 

"Semua akan dilakukan kajian dengan saksama untuk mencari pemimpin yang terbaik, termasuk Anies, misalnya," ujar Hasto kepada wartawan usai menghadiri kuliah umum di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Senin (3/6). 

Tak hanya PDI-P, Anies juga dibidik oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), parpol penguasa DKI saat ini. Selain Anies, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera digadang-gadang bakal didorong untuk maju jadi kandidat. Mardani punya pengalaman jadi ketua tim kampanye Anies-Sandi di Pilgub DKI 2017. 

Adapun di Gerindra, nama Budisatrio Djiwandono santer beredar sebagai kandidat gubernur DKI. Keponakan Ketum Gerindra Prabowo Subianto itu konon bakal dipasangkan dengan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo yang saat ini berstatus sebagai Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

Kaesang kini berpeluang maju setelah Mahkamah Agung mengubah persyaratan usia bagi kandidat yang ingin mencalonkan diri sebagai gubernur, wali kota, dan bupati. Sesuai putusan MA, kandidat di pilkada harus berusia 30 tahun saat dilantik. Kaesang bakal genap 30 tahun pada Desember 2024 atau sebulan setelah gelaran Pilgub DKI. 

Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan menilai bursa kandidat di Pilgub DKI Jakarta masih sangat dinamis. Semua nama yang beredar di ruang publik punya kans untuk didorong maju oleh parpol pemegang tiket cagub. 

Sponsored

“Jadi, masih sangat cair,” kata Yusak kepada Alinea.id, Selasa (4/6).

Golkar, kata Yusak, saat ini terbagi fokus untuk daerah Jakarta dan Jawa Barat (Jabar). Partai berlambang pohon beringin itu berhasrat merebut kedua daerah tersebut dengan Ridwan Kamil (RK) sebagai jagoannya.

PKS, PDI Perjuangan, dan Partai Gerindra sebagai tiga partai terbesar di DPRD Jakarta bisa menjadi poros utama. Namun, semua parpol bakal menunggu kandidat yang diusung kubu lawan sebelum menentukan pilihan. Lain halnya jika Anies ternyata memutuskan kembali maju. 

“Kalau Anies maju, akan menjadi magnet elektoral untuk partai lain bergabung,” jelas Yusak. 

Sebagai eks calon presiden yang pernah memimpin DKI, Anies jauh lebih unggul ketimbang kandidat-kandidat lainnya. Menurut Yusak, Anies kemungkinan hanya bisa disaingi oleh RK. 

Meskipun punya kans untuk maju, peluang Ahok untuk memenangi Pilgub DKI jauh lebih kecil karena beban sejarah kasus penistaan agama yang menjeratnya. 

“Katakanlah ada RK, Kaesang, Gerindra usul figurnya sendiri. Tentu RK lebih berpeluang,” ucap Yusak. 

Peneliti senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Firman Noor sepakat Anies masih menjadi kartu AS di Pilgub DKI Jakarta. Menurut dia, Anies jauh lebih menarik bagi warga DKI ketimbang putra bungsu Jokowi. 

“Kalau Anies, ya, pilhannya akan pada gubernur yang terlihat karyanya ketimbang faktor keturunan Jokowi,” ucap Firman kepada Alinea.id, Senin (3/6).

Firman melihat semua parpol mempertimbangkan Anies sebagai kandidat merek, termasuk PKS. “Akan jadi overpower kalau memang PDI-P dengan Anies,” imbuhnya. 

Lebih jauh, ia menyebut Pilgub DKI Jakarta bakal jauh lebih seru jika Anies dan Ahok absen dari kontestasi. Artinya, semua kandidat bisa dikata punya modal politik dan sosial yang sama. 

“Hanya saja sentimen Jokowi dan kroninya ini kurang diminati oleh warga Jakarta,” ucap Firman. 

Utak-atik regulasi oleh MA sebelumnya memang banjir kritik dari warganet. Apalagi, kasusnya serupa dengan skandal utak-atik batas usia capres-cawapres yang dilakukan Mahkamah Konstitusi (MK). Jokowi kembali disebut-sebut ikut cawe-cawe dalam skandal teranyar itu. 

Berita Lainnya
×
tekid