logo alinea.id logo alinea.id

Rekonsiliasi dengan kubu 01 dinilai terlalu dini

Penolakan rekonsiliasi yang dilakukan kubu Prabowo-Sandi dinilai sebagai cara untuk menaikkan posisi tawar

Rakhmad Hidayatulloh Permana
Rakhmad Hidayatulloh Permana Jumat, 26 Apr 2019 15:34 WIB
Rekonsiliasi dengan kubu 01 dinilai terlalu dini

Direktur Populi Center, Usep S Ahyar, menilai sikap yang diambil kubu 02 dengan menolak ajakan rekonsiliasi terhadap kubu 01 merupakan sebuah strategi. Bagi kubu 02, kata Usep, rekonsiliasi pada saat ini dianggap masih terlalu pagi. 

Menurutnya, penolakan rekonsiliasi tersebut merupakan strategi Prabowo-Sandi untuk meningkatkan posisi tawar terhadap Jokowi-Ma’ruf. 

“Kalau menerima nanti suasananya jadi anti klimaks. Semakin menolak rekonsiliasi justru menambah posisi tawar. Belum saatnya untuk menerima, ini terlalu pagi,” kata Usep kepada Alinea.id di Jakarta, Jumat (26/4). 

Koordinator Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, membeberkan alasan pihaknya menolak ajakan rekonsiliasi di akun media sosial Twitter miliknya, @dahnilanzar. Menurutnya, rekonsiliasi perlu jika memang ada konflik.

“Ajakan rekonsiliasi nasional, oleh orang-orang seolah netral, agaknya berlebihan. Rekonsiliasi dilakukan kalau ada konflik. Ini tidak ada konflik antara Pak @prabowo dan Pak @jokowi atau antara BPN dengan TKN. Yang ada adalah kompetisi yang masih berlangsung. Jadi, stop menebar seolah ada konflik," tulis Dahnil. 

Menanggapi cuitan Dahnil, Usep mengatakan, bahwa makna diksi kompetisi yang disebut Dahnil juga keliru. Pasalnya, di satu sisi Dahnil mengatakan tidak ada konflik antara capres 02 dan 01. Namun, di sisi lain pada kenyataannya capres dan cawapres Prabowo-Sandi justru mengklaim kemenangan Pilpres 2019. Klaim kemenangan itu dinilai telah keluar dari koridor aturan kompetisi. 

Menurut Usep, saat ini perlu adanya rekonsiliasi sebagai upaya mendinginkan suasana pascapemungutan suara Pemilu 2019. "Rekonsiliasi itu agar mendinginkan ketegangan tuduhan kecurangan itu. Itu perlu. Bahwa ada kecurangan, tapi ikuti koridor konstitusi," katanya. 

Seperti diketahui, Jokowi telah mengutus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk bertemu calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Namun demikian, pertemuan yang disebut-sebut sebagai upaya untuk rekonsiliasi itu sampai saat ini belum terlaksana.

Sponsored

Sementara Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dian Islamiati Fatwa, mengatakan karena rekonsiliasi tak diperlukan, pihaknya enggan menanggapi ajakan tersebut. Saat ini Prabowo dan Sandiaga bersama tim BPN sedang sibuk menginventarisir formulir C1 Plano yang dikumpulkan para relawan dari seluruh pelosok negeri.

Bagi Prabowo-Sandi, kata Dian, pemilu bukanlah persoalan kalah dan menang, namun soal keadilan bagi rakyat. Karena itu, Dian optimistis menatap Indonesia ke depan karena melihat antusiasme masyarakat semakin meningkat dalam berpartisipasi selama pemilu.

“Rakyat menginginkan ada perubahan untuk negeri ini untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Ini yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa kita," katanya.