close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Pentolan grup musik Dewa 19, Ahmad Dhani (tengah) bersama dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan). /Foto Instagram @ahmaddhaniofficial
icon caption
Pentolan grup musik Dewa 19, Ahmad Dhani (tengah) bersama dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan). /Foto Instagram @ahmaddhaniofficial
Pemilu
Senin, 20 Mei 2024 12:07

Residu pilpres di Pilwalkot Surabaya 2024

Gerindra digadang-gadang bakal menurunkan Ahmad Dhani. PDI-P mempertahankan duet petahana Eri Cahyadi-Armuji.
swipe

Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Surabaya 2024 diprediksi bakal jadi ajang pertarungan politik yang sengit antara PDI-Perjuangan dan Gerindra. Selain kuat di parlemen lokal, kedua parpol tersebut juga sudah punya kader yang potensial diusung maju jadi calon wali kota Surabaya.

Gerindra digadang-gadang bakal menduetkan pentolan grup musik Dewa 19 Ahmad Dhani dengan kader Golkar yang juga Ketua Pro Jokowi (Projo) Jatim Bayu Airlangga. Di lain kubu, PDI-P bakal kembali menduetkan pasangan petahana Eri Cahyadi-Armuji. 

Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menilai sosok Ahmad Dhani merupakan pilihan realistis bagi Gerindra. Selain dikenal publik secara luas dan dekat dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Dhani juga sudah punya basis konstituen di Jatim. Modal itu mampu mengimbangi kekuatan PDI-P di Kota Pahlawan, julukan Surabaya. 

"Dalam beberapa hal, Ahmad Dhani juga turut berkeringat memenangkan Prabowo-Gibran. Secara institusional, Gerindra wajar ingin menjagokan kadernya agar dapat mengimbangi pengaruh PDI-P yang sangat kuat di Surabaya," ucap Agung kepada Alinea.id di Jakarta, belum lama ini.

Dhani telah jadi kader Gerindra sejak 2018. Meskipun kini menetap di Jakarta, Dhani lahir di Surabaya. Pada Pileg 2024, Dhani berhasil lolos menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Surabaya-Sidoarjo setelah mengoleksi 134.227 suara.

Berbasis hasil Pileg 2024, Surabaya masih "merah." PDI-P keluar sebagai pemenang setelah meraup 336.698 suara atau 11 kursi DPRD. Partai Gerindra mengekor dengan raihan 241.231 suara atau setara 8 kursi DPRD. 

Agung memprediksi Gerindra kemungkinan bakal berkoalisi dengan parpol-parpol anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Pilwakot Surabaya, semisal Golkar, Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN). Di sisi lain, PDI-P akan memilih menggandeng parpol di luar KIM. 

"Karena memang ini suka atau tidak masih ada residu-residu Pilpres 2024 kalau dalam konteks Surabaya yang dipandang salah satu pilkada atau kota strategis," ucap Agung. 

Analis politik dari Universitas Brawijaya (Unibraw) George Towar Ikbal Tawakkal berpendapat Pilwalkot Surabaya bakal berlangsung sengit jika Dhani diturunkan Gerindra sebagai kandidat. PDI-P bakal mengerahkan sepenuh kekuatan agar tidak kalah Surabaya tak jatuh ke tangan Gerindra. 

"Tentu PDI-P akan all out memenangkan pilkada, termasuk Pilwakot Surabaya. Investasi yang masih bisa dilakukan oleh PDI-P adalah memenangkan mayoritas pilkada untuk menjaga peluang PDIP di 2029," ucap Ikbal kepada Alinea.id.

Ikbal sepakat residu Pilpres 2024 masih akan sangat terasa di Pilwalkot Surabaya. Apalagi, meskipun PDI-P masih menguasai parlemen, pasangan Prabowo-Gibran menang telak di Surabaya. 

"Kemungkinan Gerindra ingin mendapatkan dampak kemenangan Prabowo. Narasi kemenangan pilpres akan berlanjut, sedangkan PDIP, saya rasa, tidak akan menggunakan narasi itu," ucap Ikbal. 

Jagoan dari PDI-P, menurut Ikbal, akan lebih menjual identifikasi partai dan kinerjanya sebagai petahana Wali Kota Surabaya. "PDI-P lebih diuntungkan jika menjalankan strategi penguatan identifikasi kepartaian dan kefiguran calon pilwakot," imbuhnya. 


 

Artikel ini ditulis oleh :

img
Kudus Purnomo Wahidin
Reporter
img
Christian D Simbolon
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan