close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Surya Paloh tiba di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, disambut AHY menggunakan payung lantaran hujan gerimis, Rabu (22/2/2023). Foto: twitter.com/PDemokrat
icon caption
Surya Paloh tiba di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, disambut AHY menggunakan payung lantaran hujan gerimis, Rabu (22/2/2023). Foto: twitter.com/PDemokrat
Pemilu
Jumat, 01 September 2023 14:37

Surya Paloh berharap Demokrat tetap dalam koalisi

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, tidak senang mendengar kabar bahwa Demokrat akan keluar dari koalisi.
swipe

Partai Nasdem berharap, Partai Demokrat tetap dalam koalisi setelah adanya kerja sama politik dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kerja sama PKB dan Nasdem disebut menjadi cikal lahirnya pengusungan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, tidak senang mendengar kabar bahwa Demokrat akan keluar dari koalisi. Ia ingin supaya semua tetap berjalan sesuai harapan.

“Kenapa kita paksakan bubar kalau memang dia bisa bertahan baik, bagus, berkembang, syukur, apa yang direncanakan bisa tercapai. Ini kan suatu ridho yang bagus,” kata Paloh di NasDem Tower, Kamis (31/8) malam.

Tetapi, Paloh bakal menerima bila Demokrat kecewa dengan langkah yang terbilang cukup mengejutkan ini. Sebab, pembahasan duet itu belum pernah terjadi.

Baginya, rasa kekecewaan Demokrat tetap akan dihormati. Maka dari itu, harapan supaya Demokrat tidak keluar dari koalisi tetap menjadi bagian dari keinginannya.

“Apa yang terbaik bagi Demokrat pasti dihormati oleh Nasdem. itu sikap yang paling mendasar,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengatakan, pengusungan duet ini merupakan bentuk pengkhianatan. Khususnya, dari Partai Nasdem dan Surya Paloh sebagai ketua umum.

“Pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga parpol. Juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan, yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” ungkapnya dalam keterangan, Kamis (31/8).

Apalagi, dalam rentang waktu ke belakang, setiap komunikasi politik hanya merujuk kepada AHY sebagai sosok cawapres. Namun, pada Selasa malam, 29 Agustus 2023, di Nasdem Tower semua berubah.

Secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, tiba-tiba, menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS. Malam itu juga, Capres Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan itu. 

“Sehari kemudian, pada 30 Agustus 2023, Capres Anies dalam urusan yang sangat penting ini, tidak menyampaikan secara langsung kepada pimpinan tertinggi PKS dan Partai Demokrat, melainkan terlebih dahulu mengutus Sudirman Said untuk menyampaikannya,” ucapnya.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan