close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
icon caption
Peristiwa
Sabtu, 12 September 2026 15:00

Ada orang yang rela bayar Rp3 miliar untuk dibekukan setelah mati

Simon Dallinger/The Guardian | Menawar yang paling tidak bisa ditawar: Angka 3 miliar rela dibayar dengan harapan teknologi masa depan bisa membuat mereka hidup kembali.
swipe

Mati, tapi berharap suatu hari bangun lagi. 

Bayangkan sebuah gudang biasa di Holbrook, New South Wales, Australia. Ada dua wadah logam besar berisi nitrogen cair yang di dalamnya terdapat tujuh orang yang telah meninggal dan sebelumnya memilih untuk menjalani cryonics. Tubuh mereka disimpan pada suhu sekitar -196°C, dengan harapan teknologi masa depan bisa membuat mereka hidup kembali.

Untuk mendapatkan “kesempatan” itu, seseorang perlu membayar lebih dari US$200.000 atau sekitar Rp3 miliar. Tapi kenapa ada orang yang rela membayar sebanyak itu untuk sesuatu yang belum terbukti bisa berhasil? Simak penjelasan lebih lanjut, dilansir dari The Guardian (12/9). 

Apa itu Cryonics?

Cryonics adalah upaya mempertahankan tubuh atau bagian tubuh manusia pada suhu sangat rendah setelah kematian, dengan harapan teknologi masa depan suatu hari bisa memulihkan kehidupan atau fungsi tubuh tersebut. 

Orang-orang yang menjalankan prosedur ini adalah mereka yang sudah dinyatakan meninggal secara legal atau medis sebelum proses dimulai. Dari laporan Guardian (10/9/2026), layanan Holbrook bernama Southern Cryonics ini menyebut layanannya sebagai “chance of life extension” atau peluang untuk memperpanjang usia. 

Fasilitas Holbrook sudah mulai beroperasi pada tahun 2023 dan ada tujuh orang yang disimpan di sana sebagai “patients”, meskipun secara hukum atau medis sudah meninggal.

Bagaimana Cara Tubuh Tersebut Dibekukan?

Ada proses yang disebut vitrifikasi. Pada proses ini, ketika seseorang meninggal, tubuhnya akan segera didinginkan dan distabilisasi, sehingga cairan tubuh dapat diganti atau diperlakukan dengan bahan mirip antifreeze. Setelah itu, tubuhnya akan disimpan pada suhu yang sangat rendah. 

Southern Cryonics mengatakan proses vitrifikasi ini dilakukan secepat mungkin setelah kematian dan dapat berlangsung sekitar delapan jam. Tubuh kemudian disimpan dalam nitrogen cair pada suhu -196°C.

Namun, tidak semua “pasien” di fasilitas itu menjalani prosedur vitrifikasi yang sama. Guardian menyebut bahwa mengalami prosedur yang lebih sederhana, yaitu straight freeze atau disimpan langsung pada suhu yang sangat rendah.

Kenapa ada yang mau membayar miliaran untuk ini?

Dr. Kate Falconer, yang diwawancarai Guardian, mengatakan sebagian orang memilihnya karena itu satu-satunya harapan mereka untuk kemungkinan hidup lebih panjang. Lalu, apakah mereka benar-benar bisa hidup kembali?

Sampai saat ini, belum ada teknologi yang bisa menghidupkan kembali manusia yang telah menjalani cryonics. Bahkan Peter Tsolakides, pendiri Southern Cryonics, mengakui peluangnya sangat kecil dan memperkirakan hanya sekitar 10%. 

Di sisi lain, dokter ahli Kate Falconer menggambarkan cryonics sebagai sesuatu yang lebih dekat dengan harapan atau mimpi daripada sesuatu yang sudah memiliki dasar konkret untuk membangkitkan manusia. Para ahli yang dikutip Guardian juga mempertanyakan kelayakan ilmiah menyimpan tubuh secara utuh dan kemungkinan memperbaiki kerusakan sel serta penyebab kematian di masa depan.

Meski begitu, komunitas Cryonics merupakan kelompok yang sangat mempercayai kemungkinan tersebut. 

Angka Rp 3 miliar untuk menunggu masa depan

Menurut Guardian, US$200.000 ini terpecah menjadi sekitar US$60.000 untuk proses stabilisasi dan US$150.000 untuk Southern Cryonics. Menariknya, Southern Cryonics juga merekomendasikan penggunaan asuransi jiwa untuk membantu layanan tersebut, meskipun kerja sama dengan perusahaan asuransi masih terbatas. 

Pada kemungkinan bangkit tahun 2080, meskipun tidak ada jaminan. Apakah kamu rela mempertaruhkan miliaran rupiah untuk sebuah kemungkinan? Entah itu disebut sains, spekulasi, atau sekadar harapan, satu hal yang pasti: manusia masih terus mencari cara untuk bernegosiasi dengan sesuatu yang selama ini dianggap paling tidak bisa ditawar, yaitu kematian.

img
Shabrina Dwi Arsa
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan