close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Selat Hormuz. foto/google maps
icon caption
Selat Hormuz. foto/google maps
Peristiwa
Senin, 25 Mei 2026 14:56

AS dan Iran capai kesepakatan awal untuk buka selat hormuz

AS dan Iran capai kesepakatan awal buka Selat Hormuz. Iran disebut siap musnahkan uranium diperkaya tinggi.
swipe

Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia, di tengah negosiasi terkait perang dan program nuklir Iran. kesepakatan tersebut tercapai sebab komitmen Iran untuk memusnahkan sisa uranium yang diperkaya tinggi.

Melansir dari Anadolu Ajansi, Senin (25/5), laporan tersebut disampaikan The New York Times yang mengutip seorang pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya, dalam laporan terbaru pada Minggu, (24/5), menyebutkan kesepakatan itu akan membuat Iran membuang persediaan uranium dengan pengayaan tinggi sebagai imbalan atas pelonggaran pembatasan oleh Amerika Serikat.

pejabat AS itu juga mengatakan kesepakatan tersebut masih belum ditandatangani dan masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Menurut pejabat tersebut, proses finalisasi bisa memakan waktu beberapa hari karena metode pembuangan uranium Iran masih dinegosiasikan. Kesepakatan itu juga disebut belum mencakup stok rudal Iran maupun moratorium pengayaan uranium. Isu tersebut diperkirakan akan dibahas dalam putaran negosiasi berikutnya.

Laporan media AS lainnya, Fox News, yang dikeluarkan pada Minggu (24/5), menyebut Amerika Serikat membuka kemungkinan memberikan akomodasi signifikan terkait pelonggaran sanksi apabila Iran bersedia memberikan konsesi serupa atas persediaan uranium yang diperkaya.

“Rencana kami adalah menangani seluruh persediaan material yang diperkaya milik mereka,” kata pejabat AS tersebut.

Ia menambahkan Washington melihat Teheran mulai memberikan konsesi serius yang sebelumnya tidak pernah muncul dalam negosiasi terdahulu. Pejabat itu juga menolak gagasan penerapan sistem tarif tol di Selat Hormuz. Menurutnya, mekanisme tersebut tidak dapat diterima dan tidak pernah diusulkan oleh kedua pihak.

Sementara itu, laporan CBS News menyebut pemerintahan Trump menilai kesepakatan baru ini lebih kuat dibanding perjanjian nuklir tahun 2015 pada era Presiden AS Barack Obama.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Amerika Serikat disebut akan mencabut blokade terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Pejabat AS mengatakan Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) dan negara-negara Teluk akan bekerja sama untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Ia menegaskan langkah tersebut tidak boleh dianggap sebagai sistem pungutan atau tol maritim. Pejabat itu juga mengatakan Wakil Presiden AS JD Vance, utusan Timur Tengah Steve Witkoff, serta menantu Trump Jared Kushner ikut terlibat dalam pembicaraan tersebut. Menurut laporan itu, Washington juga berupaya melibatkan seluruh sekutu regionalnya dalam proses negosiasi.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan