close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Tentara AS. Foto: Nationalguard.
icon caption
Tentara AS. Foto: Nationalguard.
Peristiwa
Kamis, 28 Mei 2026 10:07

AS kembali serang Iran, targetkan pangkalan militer Bandar Abbas

AS kembali menyerang Iran dan menargetkan Bandar Abbas di tengah negosiasi damai serta ketegangan di Selat Hormuz.
swipe

Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis di Iran selatan.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan pasukannya juga menembak jatuh empat drone serang Iran yang dianggap mengancam wilayah sekitar Selat Hormuz.

Menurut CENTCOM, lokasi di Bandar Abbas diserang saat bersiap meluncurkan drone kelima. Sedangkan media Iran melaporkan ledakan terdengar di wilayah timur kota tersebut tak lama setelah serangan terjadi.

Serangan terbaru ini menjadi kali kedua dalam tiga hari terakhir Amerika Serikat menyerang target di Iran. Washington menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai bentuk membela diri.

CENTCOM menggambarkan aksinya sebagai langkah yang terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata.

Sebelumnya pada awal pekan ini, AS juga menyerang situs rudal Iran dan kapal-kapal yang diduga hendak memasang ranjau di Selat Hormuz. Menurut CENTCOM, serangan itu dilakukan untuk melindungi pasukan AS dari ancaman militer Iran.

Iran mengecam serangan terbaru tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata. Pemerintah Iran juga menegaskan tidak akan membiarkan tindakan permusuhan tanpa balasan.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Selasa juga mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone AS serta menembaki jet tempur dan drone lain yang disebut memasuki wilayah udara Iran.

Di tengah ketegangan itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran kini berada dalam posisi tertekan untuk mencapai kesepakatan damai.

“Mungkin kita harus kembali dan menyelesaikannya, mungkin juga tidak,” kata Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih.

Trump juga mendesak negara-negara Teluk untuk bergabung dalam Abraham Accords guna menormalisasi hubungan dengan Israel.

Meski pembicaraan damai masih berlangsung, Trump mengatakan Amerika Serikat belum puas dengan hasil negosiasi sejauh ini.

“Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Sejauh ini mereka belum sampai ke sana dan kami belum puas,” ujar Trump.

Ia juga kembali memperingatkan bahwa Washington siap melanjutkan serangan besar jika Iran tidak menerima syarat yang diajukan AS.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan