close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Sebuah pesawat tempur bersiap lepas landas dalam apa yang disebut sebagai operasi melawan Houthi Yaman dalam tangkapan layar dari video selebaran pada tanggal 18 Maret 2025. Foto: Reuters
icon caption
Sebuah pesawat tempur bersiap lepas landas dalam apa yang disebut sebagai operasi melawan Houthi Yaman dalam tangkapan layar dari video selebaran pada tanggal 18 Maret 2025. Foto: Reuters
Peristiwa
Selasa, 26 Mei 2026 14:13

AS lancarkan serangan baru ke Iran, targetkan situs rudal di Selat Hormuz

AS kembali menyerang Iran di sekitar Selat Hormuz saat negosiasi damai masih berlangsung.
swipe

Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran selatan dengan menargetkan situs rudal dan kapal-kapal yang diduga mencoba memasang ranjau di sekitar Selat Hormuz.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan itu dilakukan sebagai bentuk “membela diri” guna melindungi pasukan AS dari ancaman militer Iran.

“Serangan ini dilakukan untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” demikian pernyataan CENTCOM, dilansir dari BBC, Selasa (26/5)

Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, mengatakan militer AS tetap menahan diri di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.

“Militer AS terus mempertahankan pasukan kami sambil tetap menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,” kata Hawkins.

Serangan AS dilaporkan menyasar wilayah dekat Bandar Abbas, kota pelabuhan di Iran selatan yang menjadi lokasi pangkalan angkatan laut Iran di Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan adanya ledakan di Bandar Abbas. Otoritas setempat disebut tengah menyelidiki sumber ledakan tersebut. Namun hingga kini, Iran belum memberikan respons resmi atas serangan terbaru Amerika Serikat itu.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka.

Rubio mengatakan pembicaraan lanjutan akan dilakukan pada Selasa dengan melibatkan negosiator utama Iran, Menteri Luar Negeri Iran, dan Perdana Menteri Qatar.

“Kita lihat apakah bisa ada kemajuan. Saat ini masih banyak pembahasan soal detail bahasa dalam dokumen awal, jadi mungkin membutuhkan beberapa hari lagi,” kata Rubio saat kunjungan resmi ke India.

Ia menambahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap ingin mencapai kesepakatan dengan Iran.

“Dia akan menghasilkan kesepakatan yang baik atau tidak ada kesepakatan sama sekali,” ujar Rubio.

Rubio juga menegaskan Selat Hormuz harus tetap dibuka karena jalur tersebut sangat penting bagi perdagangan global.

“Selat itu harus tetap terbuka. Apa yang terjadi di sana melanggar hukum, ilegal, tidak bisa dipertahankan, dan tidak dapat diterima,” katanya.

Laporan media AS menyebut nota kesepahaman yang sedang dibahas mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran.

Meski begitu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqai, mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri perang memang mengalami kemajuan meski kesepakatan belum akan tercapai dalam waktu dekat.

“Benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan atas sebagian besar isu yang dibahas. Namun untuk mengatakan bahwa penandatanganan kesepakatan sudah dekat, tidak ada yang bisa memastikan hal itu,” ujar Baqai.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan