Nelayan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mendapatkan bantuan 14 unit mesin kapal dari kementerian kelautan dan Perikanan (KKP). Bantuan ditujukan bagi nelayan yang kapalnya mengalami rusak berat akibat bencana hidrometeorologi 2025.
Bantuan ini diperuntukkan bagi kapal berukuran di bawah 5 GT agar nelayan terdampak dapat kembali melaut.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan bantuan mesin tersebut menjadi bagian dari pemulihan sektor perikanan tangkap.
Bagi nelayan yang tidak bisa menggunakan kapalnya karena mesin rusak, penggantian mesin membantu mereka kembali bekerja dan memperoleh penghasilan.
“Kami berharap bantuan tersebut dapat membantu nelayan memulihkan kembali aktivitas ekonomi dan mata pencaharian pascabencana,” kata Sibral di Pidie Jaya.
Sibral meminta para penerima memanfaatkan dan merawat mesin tersebut dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Ia menegaskan pemulihan pascabencana juga harus menjawab kebutuhan warga untuk kembali bekerja.
“Pemerintah daerah terus berupaya mendorong percepatan pemulihan pascabencana, tidak hanya melalui perbaikan infrastruktur, tetapi juga dengan membantu memulihkan mata pencaharian masyarakat, termasuk sektor perikanan dan kelautan,” ujar Sibral.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya Fajri berharap bantuan tersebut dapat mendorong pemulihan usaha nelayan secara bertahap.
“Melalui bantuan tersebut diharapkan para nelayan dapat kembali melaut, meningkatkan produktivitas, serta secara bertahap memulihkan kondisi ekonomi keluarga pascabencana,” kata Fajri.