Mengantisipasi dan mencegah penyakit setelah banjir menjadi langkah krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat. Air yang menggenang serta rusaknya sistem sanitasi secara signifikan meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular. Karena itu, upaya pencegahan perlu difokuskan pada keamanan air, kebersihan pribadi, serta pengendalian lingkungan.
Sejumlah penyakit seperti diare, leptospirosis, hepatitis A, hingga demam berdarah berpotensi muncul setelah banjir surut. Berikut lima cara utama yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah penyakit pascabanjir, dikutip dari safetyware.com.
1. Pastikan air minum dan makanan aman
Semua sumber air harus dianggap terkontaminasi hingga terbukti aman.
Tindakan:
- Rebus air minum setidaknya selama satu menit sebelum dikonsumsi atau gunakan tablet pemurnian air.
- Segera buang seluruh makanan, termasuk makanan kaleng, yang terendam atau terkena air banjir karena berisiko tercemar limbah dan bahan kimia.
2. Terapkan kebersihan dan sanitasi pribadi yang ketat
Air banjir umumnya mengandung kotoran manusia dan hewan dalam kadar tinggi, sehingga meningkatkan risiko diare, hepatitis A, dan infeksi kulit.
Tindakan:
- Cuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun dan air bersih, terutama sebelum makan dan setelah kontak dengan air banjir atau puing.
- Hindari buang air besar sembarangan dan pastikan pembuangan limbah dilakukan dengan benar.
3. Gunakan alat pelindung untuk mencegah kontak kulit
Bakteri, seperti penyebab leptospirosis, dapat masuk ke tubuh melalui luka atau goresan.
Tindakan:
- Gunakan sepatu bot karet, sarung tangan tahan air, serta pakaian berlengan panjang saat membersihkan area terdampak banjir.
- Jika memiliki luka terbuka, hindari kontak langsung dengan air atau lumpur banjir.
4. Hilangkan genangan air dan sarang nyamuk
Genangan air pascabanjir menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah dan malaria.
Tindakan:
- Keringkan genangan air di sekitar rumah dan singkirkan wadah penampung air seperti ban bekas, ember, dan kaleng.
- Gunakan obat nyamuk, losion pengusir nyamuk, atau kelambu berinsektisida, terutama saat tidur.
5. Pantau gejala dan segera cari perawatan medis
Deteksi dini gejala sangat penting untuk mencegah penyakit berkembang lebih parah.
Tindakan:
- Waspadai gejala seperti demam tinggi, diare berat, muntah, penyakit kuning, atau ruam kulit.
- Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut, khususnya setelah kontak dengan air banjir.