close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Keir Starmer dan Xi Jinping, Kamis (29/1/2026). Foto: Stefan Rousseau - WPA Pool/Getty Images.
icon caption
Keir Starmer dan Xi Jinping, Kamis (29/1/2026). Foto: Stefan Rousseau - WPA Pool/Getty Images.
Peristiwa
Kamis, 29 Januari 2026 15:28

Keir Starmer dan Xi Jinping sepakat perkuat hubungan ekonomi Inggris dengan China

Keir Starmer dan Xi Jinping sepakat memperkuat hubungan ekonomi Inggris-China di tengah ketegangan geopolitik dan dinamika global.
swipe

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bertemu Presiden China Xi Jinping untuk membahas penguatan hubungan ekonomi dan strategis kedua negara. Pertemuan tersebut berlangsung di Great Hall of the People, Beijing, Kamis (29/1).

Pertemuan ini menjadi yang pertama antara pemimpin Inggris dan China dalam delapan tahun terakhir, setelah hubungan kedua negara tersebut sempat memburuk. Meski begitu, kedua pemimpin menilai kerja sama yang lebih erat diperlukan di tengah situasi global yang semakin kompleks.

Sebelum pertemuan, Starmer menegaskan bahwa menjalin hubungan ekonomi dengan China merupakan pilihan pragmatis bagi Inggris. Ia mendorong terciptanya hubungan yang lebih dewasa dan berjangka panjang.

“Saya telah lama menegaskan bahwa Inggris dan China membutuhkan kemitraan strategis jangka panjang yang konsisten dan komprehensif,” kata Starmer.

Dalam pertemuan tersebut, Starmer juga menekankan pentingnya dialog terbuka, termasuk pada isu-isu yang masih menjadi perbedaan pandangan. Ia menyebut kerja sama dalam isu perubahan iklim dan stabilitas global sebagai kepentingan bersama.

“Saya berharap kami dapat mengidentifikasi peluang untuk berkolaborasi, sekaligus membuka dialog yang bermakna di bidang-bidang yang tidak kami sepakati,” ujarnya.

Sementara itu, Xi Jinping menekankan perlunya meningkatkan dialog dan kerja sama di tengah tantangan global yang semakin rumit. Menurut Presiden China itu, perbedaan tidak seharusnya menghambat upaya membangun hubungan yang saling menguntungkan.

“Hal-hal baik sering kali datang bersama kesulitan. Selama itu sejalan dengan kepentingan fundamental negara dan rakyatnya, para pemimpin tidak akan menghindari tantangan,” ujar Xi.

Usai bertemu Xi Jinping, Starmer dijadwalkan bertemu Perdana Menteri China Li Qiang, sebelum melanjutkan agenda ke Shanghai. Perdana Menteri Inggris terakhir yang bertemu langsung dengan pemimpin China adalah Theresa May pada 2018.

Setelah sebelumnya hubungan Inggris dan China memburuk sejak negara tersebut memperketat kebijakan politik di Hong Kong pada 2019. Pemerintah Inggris juga menyoroti kasus hukum terhadap pengusaha media pro-demokrasi Jimmy Lai, yang merupakan warga negara Inggris.

Ketegangan bertambah setelah kepala badan intelijen domestik Inggris MI5 menyebut aktor negara China sebagai ancaman keamanan harian, menyusul pengungkapan kasus spionase yang melibatkan dua warga Inggris.

Di tengah dinamika tersebut, Starmer menegaskan bahwa menjaga hubungan yang konsisten dengan China tetap menjadi kepentingan nasional Inggris, meski hubungan Inggris dan Amerika Serikat sedang menghadapi tantangan terutama akibat perang tarif dan isu geopolitik lainnya.

Setelah pertemuan, Inggris dan China juga sepakat bekerja sama menangani perdagangan manusia di Selat Inggris. Kerja sama ini mencakup pencegahan penyalahgunaan mesin kapal kecil oleh jaringan penyelundup.

Dalam agenda ekonomi, Starmer didampingi delegasi hampir 50 perusahaan dan organisasi Inggris, termasuk HSBC, British Airways, AstraZeneca, dan GSK. China tercatat sebagai mitra dagang terbesar keempat Inggris pada 2022, dan pertemuan bisnis di Shanghai diharapkan membuka peluang kerja sama baru

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan