Penasihat utama Pemimpin Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei memperingatkan Amerika Serikat agar menghentikan blokade laut terhadap Iran dengan mengancam akan menjadikan Laut Oman sebagai ‘kuburan’ bagi kapal-kapal AS jika ketegangan terus meningkat.
Melansir Anadolu Ajansi, Senin (18/5), Rezaei mengatakan Iran menganggap blokade laut yang diberlakukan Washington sebagai bentuk tindakan perang.
“Saran saya kepada Amerika Serikat secara militer adalah mundur sebelum Laut Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal kalian.” kata Rezaei dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran.
Ia menegaskan Iran tidak akan tinggal diam terhadap tekanan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
“Menurut kami, blokade laut adalah tindakan perang, dan meresponsnya merupakan hak alami kami.” lanjutnya.
Rezaei juga menyebut kesabaran Iran selama ini tidak boleh dianggap sebagai tanda bahwa Iran menerima ancaman maupun tekanan dari Washington.
Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian dibalas Iran dan memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
Sejak 13 April, AS mulai memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran di jalur strategis tersebut. Meski gencatan senjata sempat diberlakukan melalui mediasi Pakistan pada 8 April, perundingan lanjutan belum menghasilkan kesepakatan damai permanen.
Rezaei menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka untuk perdagangan internasional, namun Iran menolak keberadaan kekuatan militer asing di kawasan itu.
“Selat Hormuz terbuka untuk perdagangan, tetapi akan ditutup bagi penumpukan militer dan segala upaya yang mengganggu keamanan," ujarnya.