Amerika Serikat (AS) kembali menyerang sejumlah sasaran militer di Iran sebagai balasan atas dugaan upaya serangan rudal balistik terhadap pasukan Amerika di Timur Tengah. Operasi itu menjadi eskalasi terbaru setelah beberapa hari kedua negara sempat tidak saling serang
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut menyasar puluhan target milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk pusat komando militer, fasilitas rudal dan drone, sistem pertahanan pesisir, hingga kemampuan maritim Iran, seperti dilansir dari BBC, Kamis (30/7).
"CENTCOM telah menyelesaikan gelombang serangan besar terhadap puluhan target IRGC sebagai respons atas upaya serangan Iran terhadap pasukan AS yang berpangkalan di Yordania dan kapal-kapal di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM, Kamis (30/7).
Menurut CENTCOM, operasi yang dimulai pada Rabu pukul 20.00 waktu setempat dan berlangsung sekitar dua jam itu merupakan respons kuat terhadap upaya serangan Iran terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah. Militer AS juga mengklaim seluruh rudal yang ditembakkan Iran berhasil dicegat.
Media pemerintah Iran melaporkan serangan AS menghantam sejumlah wilayah di bagian selatan dan barat negara itu, termasuk Pulau Qeshm dan Abadan yang menjadi pusat industri minyak Iran.
Selain itu, kantor berita Fars, melaporkan sebuah rumah di kawasan Chah Tangu, Pulau Qeshm, terkena serangan sehingga menewaskan satu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan seorang anak berusia dua tahun.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengaku menargetkan pangkalan udara dan pusat komando milik AS di Yordania sebagai balasan atas apa yang disebutnya sebagai agresi tentara Amerika yang membunuh anak-anak.
IRGC juga mengklaim menyerang tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz setelah kapal-kapal tersebut disebut mengabaikan peringatan dan melintasi jalur yang dianggap tidak aman.
Serangan terbaru terjadi setelah beberapa hari AS dan Iran menghentikan aksi saling serang di tengah upaya membuka kembali jalur diplomatik.
Meski begitu, hal tersebut tidak berlangsung lama. Setelah Iran menembakkan rudal ke pangkalan AS di Yordania pada Selasa, Trump memastikan Washington akan membalas.
"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras karena sekarang giliran kami untuk menyerang. Mereka tahu itu akan datang. Mereka meminta kami untuk tidak melakukannya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.