Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington masih membuka jalur diplomasi dengan Iran. Namun, ia menegaskan AS siap kembali melancarkan operasi militer apabila perundingan dengan Teheran tidak menghasilkan kesepakatan.
Melansir Anadolu Agency, Selasa (28/7), Trump menyebut pemerintahannya saat ini masih melakukan "perundingan intensif" dengan Iran untuk meredakan ketegangan yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
"Jika perundingan tidak berhasil, kami akan kembali melakukan aksi militer yang sangat kuat," kata Trump.
Trump menilai peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik masih sangat terbatas. Menurutnya, proses negosiasi harus segera menunjukkan kemajuan, jika tidak maka pembicaraan tersebut tidak akan dilanjutkan.
Presiden AS itu juga mengungkapkan alasan di balik keputusannya menghentikan sementara serangan terhadap Iran pada Jumat (24/7). Ia mengatakan langkah tersebut diambil setelah menerima permintaan dari sejumlah mediator di kawasan.
"Semua pihak yang berhubungan dengan Iran meminta saya untuk tidak menembak," ujar Trump.
Meski demikian, Trump menegaskan keputusan menghentikan serangan tersebut tidak memberikan keuntungan maupun kerugian bagi Amerika Serikat.
Pernyataan Trump disampaikan menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (28/7). Pertemuan itu diperkirakan akan membahas perkembangan konflik di Timur Tengah, termasuk situasi antara AS dan Iran.