Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran dan Oman akan mengelola Selat Hormuz secara bersama-sama sesuai dengan ketentuan hukum internasional. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi energi dunia.
Melansir dari Anadolu Ajansi, Jumat (5/6), dalam wawancara yang disiarkan televisi pemerintah Iran IRIB Araghchi mengatakan Iran dan Oman memiliki hak untuk berkoordinasi dan mengambil keputusan terkait pengelolaan Selat Hormuz karena kedua negara berbatasan langsung dengan perairan tersebut.
Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa Teheran tetap akan berdiskusi dan bertukar pandangan dengan negara-negara Teluk mengenai berbagai perkembangan yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Namun, menurutnya, keputusan akhir mengenai pengelolaan jalur pelayaran strategis itu akan berada di tangan Iran dan Oman.
Ia menambahkan bahwa kerja sama kedua negara bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kelancaran pelayaran seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Araghchi juga menyatakan komunikasi dengan Mojtaba Khamenei tetap berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, arahan dari pemimpin tertinggi Iran diterima tepat waktu dan dilaksanakan secara akurat oleh pemerintah.
Selain itu, Araghchi mengatakan terdapat konsensus nasional yang luas terhadap kepemimpinan Iran saat ini. Ia menilai berbagai urusan pemerintahan dan kebijakan negara berjalan dengan baik di tengah dinamika geopolitik kawasan yang masih berlangsung.
Sebagai Informasi, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menghubungkan kawasan Teluk dengan Laut Arab dan menjadi rute utama ekspor minyak serta gas dari negara-negara produsen energi di Timur Tengah. Ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut sering kali berdampak langsung terhadap pasar energi dan perdagangan global.