close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi rudal balistik Iran. /Foto World.org
icon caption
Ilustrasi rudal balistik Iran. /Foto World.org
Peristiwa
Senin, 08 Juni 2026 13:01

Israel tetap serang Iran meski Trump minta menahan serangan

Israel kembali menyerang Iran meski Trump meminta Netanyahu menahan diri. Ketegangan Timur Tengah pun kembali meningkat.
swipe

Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran bagian tengah dan barat pada Senin (8/6), meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak melakukan aksi balasan terhadap Teheran.

Dilansir dari The Guardian, Senin (8/6), serangan tersebut menjadi pertukaran serangan langsung pertama antara Israel dan Iran sejak gencatan senjata yang menghentikan perang AS-Israel melawan Iran pada April lalu.

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan terjadi di sejumlah kota, termasuk Teheran, Isfahan, Karaj, dan Tabriz. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran menyebut Israel menggunakan rudal balistik yang diluncurkan dari udara dalam serangan tersebut.

Akibat serangan itu, Iran menutup wilayah udara di sekitar Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran, yang merupakan bandara utama negara tersebut.

Serangan Israel terjadi hanya beberapa jam setelah Trump menghubungi Netanyahu dan meminta agar Israel tidak segera membalas serangan rudal Iran yang terjadi pada Minggu malam.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump menegaskan bahwa dirinya memegang kendali atas arah kebijakan terkait konflik tersebut.

"Itu tidak akan berdampak pada kesepakatan. Saya yang menentukan semuanya. Saya yang menentukan semua langkah. Dia (Netanyahu) tidak menentukan apa pun," kata Trump kepada Financial Times.

Sebelumnya, Iran meluncurkan sekitar 10 rudal balistik ke wilayah utara Israel sebagai respons atas serangan Israel di Beirut selatan, Lebanon. Militer Israel menyatakan seluruh rudal berhasil dicegat atau jatuh di area terbuka.

Menurut seorang pejabat Israel, Trump dan Netanyahu melakukan pembicaraan melalui telepon selama hampir 30 menit pada Minggu. Laporan Axios menyebut Trump meminta Netanyahu untuk tidak melanjutkan serangan karena peluang tercapainya kesepakatan damai dinilai semakin dekat.

“Kita hampir mencapai sesuatu yang baik dalam hal kesepakatan,” ujar Trump kepada Netanyahu, menurut seorang pejabat AS yang dikutip Axios.

Sejak perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dimulai, Israel tetap melanjutkan operasi militernya di Lebanon dalam konflik melawan Hezbollah. Pemerintah Israel menilai konflik tersebut terpisah dari perundingan gencatan senjata dengan Iran.

Sebaliknya, Teheran berulang kali menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan Washington harus mencakup penghentian konflik di Lebanon, tempat Israel melancarkan operasi militer sejak Maret lalu untuk mengejar kelompok Hezbollah yang didukung Iran.

Ketua Parlemen Iran yang juga kepala negosiator perdamaian, Mohammed Baqer Qalibaf, bahkan menyebut pangkalan militer Amerika Serikat dan aset Israel sebagai target yang sah akibat tindakan yang dianggap melanggar kesepakatan terkait Lebanon.

"Pelanggaran terhadap kesepakatan mengenai Lebanon telah menjadikan aset Amerika Serikat dan Israel sebagai target yang sah," ujarnya.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan