Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan bahwa kapal perang Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia dapat ditenggelamkan ke dasar laut saat dimulainya kembali perundingan nuklir di Jenewa.
“Mereka terus mengatakan bahwa kami mengirim kapal perang ke arah Iran. Baiklah, kapal perang memang mesin berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya daripada kapal perang adalah senjata yang dapat menenggelamkannya ke dasar laut,” tulis Khamenei di platform X, dilansir dari The Hill, Kamis (19/2).
Pernyataan tersebut muncul setelah ancaman terbaru Donald Trump terhadap Iran serta peningkatan kehadiran militer AS di kawasan. Trump sebelumnya menyebut kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, akan segera menuju kawasan jika kesepakatan dengan Iran gagal tercapai.
“Jika kita tidak membuat kesepakatan, kita akan membutuhkannya. Kapal itu akan segera berangkat,” ujar Trump.
Saat ini, USS Abraham Lincoln bersama sejumlah kapal perusak telah lebih dulu ditempatkan di Teluk Persia sejak bulan lalu di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Trump menyatakan harapannya terhadap hasil negosiasi tersebut, namun juga memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan menjadi hari yang buruk bagi Iran. Presiden AS itu juga menegaskan kemungkinan penggunaan kekuatan militer jika pemerintah Iran terus melakukan penindakan keras terhadap demonstran.
Terkait negosiasi nuklir yang sedang berlangsung, Khamenei menilai bahwa menentukan hasil sebelum proses perundingan selesai adalah tindakan yang “salah dan bodoh.”
Dalam unggahan terpisah, Khamenei juga menanggapi klaim Trump tentang supremasi militer AS.
“Presiden AS terus mengatakan bahwa mereka memiliki kekuatan militer terkuat di dunia. Kekuatan militer terkuat di dunia itu terkadang bisa dipukul begitu keras hingga tidak dapat bangkit kembali,” ujar Khamenei.
Putaran kedua perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan AS yang dimediasi Oman resmi dimulai di Jenewa pada Selasa (17/2). Delegasi Iran dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara delegasi AS dipimpin utusan khusus Steve Witkoff. Keduanya terlebih dahulu menggelar pembicaraan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi sebelum saling bertukar pesan.