Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin Iran Ali Khamenei, dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru setelah keputusan lembaga ulama yang berwenang memilih otoritas tertinggi negara tersebut.
Media pemerintah Iran melaporkan pada Minggu (8/3), bahwa Mojtaba Khamenei terpilih melalui pemungutan suara yang disebut sebagai ‘decisive vote’.
Melansir The IndianExpress, Senin (9/3) lembaga tersebut juga menyerukan kepada rakyat Iran untuk bersatu mendukung kepemimpinan baru di tengah situasi negara yang sedang menghadapi konflik regional.
“Terutama para elite dan intelektual di seminar dan universitas untuk menyatakan kesetiaan dan menjaga persatuan nasional,” demikian pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran.
Mojtaba Khamenei, 56 tahun, lahir di Mashhad pada 1969 dan menempuh pendidikan teologi Islam di seminari keagamaan di Qom. Ia dikenal jarang tampil di publik dan belum pernah memegang jabatan politik terpilih, namun selama ini banyak bekerja di kantor ayahnya.
Penunjukan ini terjadi setelah Ali Khamenei, yang memimpin Iran hampir empat dekade, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari saat pecahnya perang dengan Israel.
Kenaikan Mojtaba Khamenei menandai pertama kalinya sejak Revolusi Islam Iran 1979 kekuasaan tertinggi negara itu berpindah dari ayah kepada anak.
Namun keputusan tersebut mendapat kritik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut pemilihan Mojtaba sebagai langkah “tidak dapat diterima”.