close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Abbas Araghchi. X.com/Araghchi.
icon caption
Abbas Araghchi. X.com/Araghchi.
Peristiwa
Senin, 27 April 2026 13:51

Iran lanjutkan diplomasi ke Rusia bahas konflik dan peluang negosiasi

Araghchi lanjut ke Rusia usai Pakistan, dorong diplomasi regional di tengah kebuntuan negosiasi Iran-AS dan upaya meredakan konflik.
swipe

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi melanjutkan kunjungan diplomatik ke Rusia setelah sebelumnya berada di Pakistan, di tengah upaya membahas perkembangan konflik regional dan peluang penyelesaian perang dengan Amerika Serikat.

Dilansir dari Al-Jazeera ,Senin (27/4), Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Araghchi telah meninggalkan Islamabad dan bertolak ke Moskow pada Minggu (26/4). Di Rusia, ia dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pejabat senior untuk membahas situasi terkini di kawasan.

Sebelumnya, Araghchi melakukan rangkaian kunjungan ke Pakistan dan Oman sebagai bagian dari diplomasi ulang-alik (shuttle diplomacy) guna memperkuat koordinasi dengan negara mitra. Kunjungan tersebut difokuskan pada pembahasan isu bilateral serta dinamika geopolitik yang terus berkembang.

“Tujuan kunjungan saya adalah untuk berkoordinasi erat dengan mitra kami dalam hal-hal bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional,” ujar Araghchi dalam sebuah pernyataannya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengonfirmasi rencana kunjungan tersebut, namun belum memastikan apakah Araghchi akan bertemu presiden selama berada di Moskow.

Langkah diplomatik ini dilakukan di tengah ketegangan yang masih berlangsung akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Sejumlah pihak berharap komunikasi lintas negara ini dapat membuka ruang dialog lebih luas guna meredakan konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Dalam perkembangan terbaru, Iran dilaporkan mengirimkan “pesan tertulis” kepada Amerika Serikat melalui Pakistan. Pesan tersebut berisi sejumlah garis merah Iran, termasuk terkait isu nuklir dan kendali atas Selat Hormuz. Namun, media pemerintah Iran menegaskan bahwa pesan itu bukan bagian dari negosiasi resmi.

Meski demikian, peluang tercapainya kesepakatan permanen masih belum jelas. Trump bahkan membatalkan rencana kunjungan utusan AS ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan, dengan alasan tidak ada kemajuan berarti. 

 “Saya katakan, kita tidak akan melakukan ini lagi. Kita memegang kendali penuh. Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kita, atau mereka bisa menghubungi kita. Anda tahu, ada telepon. Kami memiliki saluran yang bagus dan aman,” ucap Trump.

Araghchi sendiri menyampaikan keraguannya terhadap keseriusan Amerika Serikat dalam jalur diplomasi. Ia menilai masih belum ada kepastian apakah Washington benar-benar ingin menyelesaikan konflik melalui perundingan.

Kunjungan Araghchi ke Rusia sekaligus menegaskan upaya Iran menjaga jalur komunikasi tetap terbuka dengan berbagai pihak, meskipun proses negosiasi dengan Amerika Serikat belum mencapai titik terang.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan