Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa setiap serangan Amerika Serikat terhadap negaranya akan memicu konflik berskala regional. Peringatan itu disampaikan di tengah peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah.
“Amerika harus tahu bahwa jika mereka memulai perang, kali ini yang terjadi adalah perang regional,” kata Khamenei, seperti dikutip BBC Senin, (2/2).
Pernyataan tersebut muncul saat Amerika Serikat terus memperkuat kekuatan militernya di Laut Arab. Amerika Serikat telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln, sementara Komando Pusat AS (US Central Command) pekan lalu menyatakan kapal tersebut beroperasi di Laut Arab.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan Iran tengah terlibat dalam diskusi serius dan berharap pembicaraan itu dapat menghasilkan sesuatu yang dapat diterima. Selain itu, Trump telah mengancam akan campur tangan di Iran terkait ambisi nuklirnya dan setelah penindakan brutal terhadap protes anti-pemerintah.
Meski melontarkan peringatan keras, Iran menegaskan jalur diplomasi masih terbuka., Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan optimisme terkait perundingan nuklir.
“Saya yakin kita bisa mencapai kesepakatan,” ujar Araghchi kepada CNN.
Ia menambahkan bahwa pertukaran pesan melalui negara-negara sahabat telah memfasilitasi pembicaraan yang bermanfaat dengan Amerika Serikat. Namun, Araghchi juga mengakui memburuknya kepercayaan Iran terhadap AS sebagai mitra negosiasi.
Menanggapi pengerahan kekuatan militer AS, Khamenei menegaskan Iran tidak akan gentar.
“Trump secara rutin mengatakan bahwa dia membawa kapal. Bangsa Iran tidak perlu takut dengan hal-hal ini,” ujarnya.
Selain itu, ketegangan juga terjadi di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Iran sempat diperkirakan akan menggelar latihan angkatan laut dengan tembakan langsung di wilayah tersebut. Namun, Reuters mengutip pejabat Iran yang menyatakan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak memiliki rencana latihan tersebut.
Amerika Serikat juga telah memperingatkan Iran agar tidak melakukan tindakan tidak aman dan tidak profesional di dekat pasukan AS di kawasan tersebut.
Menanggapi peringatan itu, Araghchi menyatakan angkatan bersenjata AS terlalu banyak ikut campur.
“Militer AS kini berupaya mendikte bagaimana Angkatan Bersenjata kita yang Perkasa harus melakukan latihan menembak di wilayah mereka sendiri.”