close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto: AA.
icon caption
Ilustrasi. Foto: AA.
Peristiwa
Selasa, 05 Mei 2026 17:02

Penarikan 5.000 pasukan AS dari Jerman picu sorotan

AS akan tarik 5.000 pasukan dari Jerman. Langkah ini dinilai berdampak pada hubungan bilateral dan stabilitas keamanan Eropa.
swipe

Rencana Amerika Serikat untuk menarik sekitar 5.000 tentaranya dari Jerman dalam 6 hingga 12 bulan ke depan menandai babak baru ketegangan hubungan antara Washington dan Berlin. Kebijakan ini muncul di tengah memburuknya hubungan politik antara Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Seperti dilansir dari Anadolu Ajansi, Selasa (5/5), pemerintah AS menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari evaluasi kehadiran militernya di Eropa serta pembagian tanggung jawab keamanan. Namun, sejumlah pengamat menilai keputusan ini sarat pesan politik, termasuk tekanan kepada negara-negara Eropa agar lebih mandiri dalam menjaga keamanan kawasan.

Penarikan pasukan ini dinilai mencerminkan merenggangnya hubungan kedua negara, terutama setelah perbedaan pandangan terkait konflik Iran serta perang Rusia-Ukraina. Meski sempat membaik saat kunjungan Merz ke Gedung Putih pada Juni 2025, hubungan keduanya kembali memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Menanggapi rencana tersebut, Merz menyatakan bahwa isu penarikan pasukan bukanlah hal baru.

“Apa yang kita dengar dalam beberapa hari terakhir bukanlah hal baru. Mungkin itu dibesar-besarkan, tetapi tidak ada perkembangan baru,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian pasukan yang akan ditarik merupakan unit yang sebelumnya dikerahkan oleh pemerintahan Presiden AS terdahulu dan memang sudah direncanakan untuk ditarik.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menyebut langkah AS sebagai sesuatu yang dapat diprediksi. Meski begitu, ia menegaskan bahwa keberadaan pasukan AS di Jerman juga penting bagi kepentingan strategis Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul turut merespons dengan tenang. Ia menilai pangkalan-pangkalan utama militer AS di Jerman tetap akan dipertahankan karena memiliki peran penting bagi keamanan kedua negara.

“AS membutuhkan pangkalan-pangkalan ini. Pangkalan-pangkalan ini melayani keamanan AS sama seperti melayani keamanan kita,” katanya.

Meski kerja sama strategis antara kedua negara masih berlangsung, para analis menilai kepercayaan politik mulai melemah. Bahkan, keputusan ini berpotensi memengaruhi stabilitas aliansi NATO dan memicu perubahan dalam arsitektur keamanan Eropa.

Selain faktor militer, dampak ekonomi juga menjadi perhatian. Kehadiran pasukan AS selama ini berkontribusi besar terhadap ekonomi lokal di sejumlah wilayah Jerman, termasuk melalui lapangan kerja dan aktivitas konsumsi. Penarikan pasukan dikhawatirkan akan memicu penurunan ekonomi di daerah sekitar pangkalan militer.

Saat ini, Jerman menjadi salah satu pusat utama kehadiran militer AS di luar negeri, dengan sekitar 39.000 tentara ditempatkan di berbagai pangkalan strategis. Keputusan pengurangan pasukan ini pun dinilai sebagai sinyal perubahan kebijakan global AS, khususnya dalam memandang peran Eropa dalam sistem keamanan internasional.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan