Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran dalam 24 jam terakhir menunjukkan perkembangan positif dan peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen disebut sangat mungkin. Pernyataan itu disampaikan Trump di Gedung Putih, Rabu (6/5), di tengah upaya diplomasi intensif antara AS dan Iran serta ketegangan di Selat Hormuz.
“Mereka ingin membuat kesepakatan. Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan,” ujar Trump di Oval Office dilansir dari Anadolu Ajansi, Kamis (7/5).
Trump kembali menegaskan bahwa syarat utama dalam perundingan tersebut adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia mengklaim Teheran telah menyetujui poin tersebut.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memilikinya, dan mereka telah menyetujui hal itu,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini tidak pernah ada tenggat waktu dalam mencapai kesepakatan.
Meski optimistis negosiasi hampir mencapai titik temu, pada wawancara sebelumnya Trump juga melontarkan peringatan keras kepada Iran apabila pembicaraan gagal mencapai kesepakatan.
“Jika mereka setuju, semuanya selesai, dan jika mereka tidak setuju, kami akan membom,” tegas Trump.
Menurut laporan Axios, Iran dan Amerika Serikat kini semakin dekat menuju kesepakatan awal yang akan menjadi dasar negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Dalam rancangan proposal tersebut, perang akan dinyatakan berakhir dan kedua negara memasuki masa negosiasi selama 30 hari untuk menyusun perjanjian lebih rinci. Pembahasan selanjutnya mencakup pembatasan program nuklir Iran, pelonggaran sanksi AS, hingga normalisasi pelayaran di Selat Hormuz.
Iran juga disebut akan menyetujui moratorium pengayaan uranium, sementara Amerika Serikat secara bertahap melonggarkan sanksi ekonomi dan mencairkan dana Iran yang dibekukan.
Namun, hingga kini belum ada kesepakatan final. Pemerintah Iran menyatakan proposal AS yang disampaikan melalui mediasi Pakistan masih dalam tahap peninjauan internal.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Teheran akan menyampaikan posisi resminya setelah proses evaluasi selesai dilakukan.
Media Iran juga membantah sebagian laporan media AS terkait detail kesepakatan yang beredar, dan menegaskan fokus utama Iran saat ini adalah mengakhiri perang sepenuhnya.
Sementara itu, isu durasi penghentian pengayaan uranium masih menjadi perdebatan. Iran sebelumnya mengusulkan moratorium selama lima tahun, sedangkan Amerika Serikat menginginkan masa penghentian hingga 20 tahun.
Meski proses negosiasi masih berlangsung alot, sejumlah pejabat AS menilai pembicaraan kali ini menjadi titik paling dekat menuju kesepakatan sejak konflik pecah beberapa bulan lalu.